Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

Jepang Pernah Ingin Jadi Penyelamat Dunia Islam Saat Perang Dunia

Muhajirin Selasa, 25 Oktober 2022 - 14:45 WIB
Jepang Pernah Ingin Jadi Penyelamat Dunia Islam Saat Perang Dunia
Bendera kelompok Nasionalis Jepang (foto: the guardian)
LANGIT7.ID - Jepang sudah mulai mengenal Islam sejak 1868 M melalui hubungan orang Jepang dan Muslim dari negara lain. Islam masuk ke Negeri Sakura itu melalui perdagangan, tepatnya bermula di Kobe sebagai titik kumpul.

Para pedagang memperkenalkan agama Islam dan Kobe menjadi awal mula penyebaran Islam di Asia Timur. Masjid Muslim Kobe di distrik Kitano,Kobe, menjadi masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun pada 1928 dan bisa digunakan publik sejak 1935.

Dalam seminar Pusat Penelitian dan Studi Islam Raja Faisal (KFCRIS) Arab Saudi pada Juni 2022 lalu mengungkapkan, Jepang pernah menjadi juru selamat dunia muslim sekira 1900-1945.

Profesor Emeritus di Universitas Bogazici Turki, Ayes Selcuk Esenbel mengeksplorasi kalangan nasionalis Jepang menggambarkan diri sebagai penyelamat umat Islam sebelum Perang Dunia II. Mereka berusaha mengkooptasi umat Islam sebagai sekutu kekaisaran Jepang melawan kekuatan Barat pada 1900-1945.

Baca Juga: Masjid Kobe, Masjid Tertua di Jepang Selamat dari Bom Perang Dunia II

Profesor asal Turki itu mengungkapkan kompleksitas perjumpaan intelektual dan politik antara aktivis diaspora muslim dan intelektual Asia Jepang selama perumusan strategi kekaisaran Jepang.

"Ada momen di mana Jepang proaktif dalam mencoba menanamkan wajah bahwa Jepang adalah sahabat khusus dunia Islam, tidak seperti kerajaan Barat yang mengeksploitasi dan menindas umat Islam," kata Esenbel, dikutip Arab News, Senin (24/10/2022).

Pada awal abad ke-20, para transendentalis pan-Islam dan nasionalis muslim yang kritis terhadap kolonialisme Barat berbondong-bondong ke Tokyo. Mereka memilih Tokyo sebagai surga politik. Menurut Esenbel, Tokyo menjadi Paris bagi para imigran politik di awal abad ke-20.

Baca Juga: Jasa Shinzo Abe untuk Umat Islam, Dorong Sertifikasi Halal di Jepang

Selain itu, muslim Jepang pertama yang selalu dihadirkan sebagai jamaah haji pertama memiliki nama muslim Umar Yamaoka Kataro. Pada 1909, dia tiba di Arab Saudi dan bertemu dengan tokoh-tokoh penting di Mekkah dan Madinah.

Kataro tidak hanya membahas hal-hal yang berkaitan dengan Islam, tetapi juga politik. Khususnya, masa depan hubungan Jepang dengan Umat Islam dunia, dan untuk menjalin hubungan persahabatan dengan tokoh-tokoh lokal Arab dan Jepang.

Muslim dan cendekiawan Jepang selalu berusaha menemukan hubungan atau kesamaan antara Islam dan tradisi keagamaan esoteris di Asia Timur.

Baca Juga: Gubernur Tokyo Aktif Jalin Komunikasi dengan Negara-negara Islam

Seorang Imam di Jepang, Tanaka Ipper, secara khusus mengeksplorasi ikatan antara spiritualitas Shinto dan Islam yang memiliki kesamaan dalam moralitas dan etika pribadi. Ini alasan orang Jepang lebih mudah masuk Islam karena latar belakang yang akrab.

Di Asia Timur, muslim dari China, selain imigran dan pengungsi, turut membentuk komunitas muslim di Jepang. Mereka membentuk komunitas diaspora di Kobe, Tokyo, dan bagian lain dari wilayah kolonial Jepang.

Muslim Jepang pertama yang pergi haji terjadi pada awal abad ke-20. Kemudian mulai bertambah banyak pada 1910, 1024, 1034, dan 1936. Menurut Esenbel, kaum nasionalis China pada saat itu juga menyelenggarakan ibadah haji untuk bersaing dengan agenda Jepang yang mewakili diri sebagai penyelamat Islam.

Baca Juga: Toshihiko Izutsu, Filsuf Jepang yang Hafal Qur'an dan Kuasai 30 Bahasa

Pembukaan masjid pertama di Tokyo terjadi pada 12 Mei 1938, dianggap sebagai simbol potret Jepang sebagai penyelamat dunia Islam.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)