Serial Musik Payung Fantasi, Bawakan Karya Maestro Ismail Marzuki
Hasanah syakim
Selasa, 25 Oktober 2022 - 21:18 WIB
Indonesia Kaya menggelar pertunjukan serial musik Payung Fantasi karya Ismail Marzuki (foto: Indonesia Kaya)
Lagu Payung Fantasi mengisahkan tentang kehidupan komponis hingga akhir hayatnya. Bakat musik yang luar biasa serta kepiawaian merangkai kata dalam lagu-lagunya menjadi cara Ismail Marzuki dalam menggemakan semangat perjuangan untuk kemerdekaan.
Nuansa vintage yang diadaptasi dari tahun 1920-1950-an sangat kental terasa. Kolaborasi antara jalan cerita yang mengalir serta tata gerak dan tarian turut memanjakan mata. Menjadi sebuah tontonan sarat edukasi yang memikat.
Selain tampilan visual yang memanjakan mata, telinga para pecinta musik dan seni Tanah Air akan dihibur dengan berbagai karya Ismail Marzuki, yang ditampilkan dalam 6 episode Serial Musikal Payung Fantasi ini. Lebih dari 25 karya maestro Tanah Air ini dibawakan apik oleh para pemain.
Baca juga:DJK Nilai Hadirnya Kineforum Lebih dari Ruang Putar Alternatif
Karya-karya tersebut seperti Jauh di Mata, Payung Fantasi, Juwita Malam, Dari Mana Datangnya Asmara, Gagah Perwira, Indonesia Pusaka, Selamat Datang Pahlawan Muda, Sepasang Mata Bola, Sabda Alam, Melati Tapal Batas, Sapu Tangan dari Bandung Selatan, Aryati, Halo-halo Bandung, Gugur Bunga, Rayuan Pulau Kelapa, dan sebagainya.
Tak hanya itu, lagu O, Sarinah yang merupakan salah satu lagu pertama ciptaan Ismail Marzuki yang ditulis dalam bahasa Belanda juga menjadi simbol kehidupan masyarakat Indonesia yang tertindas di era penjajahan sekaligus menjadi sebuah penghargaan pada kehidupan warga yang sederhana.
Sutradara Teater, Pasha Prakarsa mengatakan ragam karya Ismail Marzuki memiliki lirik yang sederhana, akan tetapi sarat makna, sehingga karya-karyanya membuat proses adaptasi dari kisah yang ada di buku, lirik lagu, serta notasi musik dapat mengalun dengan mudah.
Nuansa vintage yang diadaptasi dari tahun 1920-1950-an sangat kental terasa. Kolaborasi antara jalan cerita yang mengalir serta tata gerak dan tarian turut memanjakan mata. Menjadi sebuah tontonan sarat edukasi yang memikat.
Selain tampilan visual yang memanjakan mata, telinga para pecinta musik dan seni Tanah Air akan dihibur dengan berbagai karya Ismail Marzuki, yang ditampilkan dalam 6 episode Serial Musikal Payung Fantasi ini. Lebih dari 25 karya maestro Tanah Air ini dibawakan apik oleh para pemain.
Baca juga:DJK Nilai Hadirnya Kineforum Lebih dari Ruang Putar Alternatif
Karya-karya tersebut seperti Jauh di Mata, Payung Fantasi, Juwita Malam, Dari Mana Datangnya Asmara, Gagah Perwira, Indonesia Pusaka, Selamat Datang Pahlawan Muda, Sepasang Mata Bola, Sabda Alam, Melati Tapal Batas, Sapu Tangan dari Bandung Selatan, Aryati, Halo-halo Bandung, Gugur Bunga, Rayuan Pulau Kelapa, dan sebagainya.
Tak hanya itu, lagu O, Sarinah yang merupakan salah satu lagu pertama ciptaan Ismail Marzuki yang ditulis dalam bahasa Belanda juga menjadi simbol kehidupan masyarakat Indonesia yang tertindas di era penjajahan sekaligus menjadi sebuah penghargaan pada kehidupan warga yang sederhana.
Sutradara Teater, Pasha Prakarsa mengatakan ragam karya Ismail Marzuki memiliki lirik yang sederhana, akan tetapi sarat makna, sehingga karya-karyanya membuat proses adaptasi dari kisah yang ada di buku, lirik lagu, serta notasi musik dapat mengalun dengan mudah.