Masjid Baitul Makmur Terapkan Konsep 3R Jaga Kelestarian Lingkungan
Fajar adhitya
Selasa, 25 Oktober 2022 - 22:15 WIB
Program sedekah sampah Masjid Baitul Makmur. (foto. Baitulmakmur.info)
Masjid Baitul Makmur dapat menjadi percontohan masjid berkelanjutan. Masjid di Telaga Sakinah Cikarang Barat, Bekasi ini termasuk yang sukses menerapkan konsep ramah lingkungan.
Ketua DKM Masjid Baitul Makmur, Muhammad Suhapli, berbagi kisah bagaimana mengelola masjid ramah lingkungan lewat Program Eco Masjid. Secara umun, masjid memanfaatkan benda bekas pakai untuk didaur ulang.
Misalnya, masjid memanfaatkan air bekas wudhu untuk penghijauan dan budidaya ikan lele. Membuat sumur resapan /biopori, mading digital, dan penghematan energi listrik dengan lampu led, sensor otomatis, grouping, lampu penerangan jalan dengan sumber energi tenaga surya.
Baca juga:Unik, Begini Potret Masjid Kremlin ala Yogyakarta
Masjid menerapkan konsep 3R, yakni reduce, reuse, recycle) dan program Gerakan Sedekah Sampah untuk mengurangi polusi. Salah satu contoh dengan mengurangi sampah menggunakan mading informasi secara digital dan laporan digital untuk mengurangi penggunaan kertas.
“Dan setiap ada acara masjid kita menggunakan tempat minum atau tumblr untuk mengurangkan sampah plastik,” ujar Suhapli dalam “Webinar Pra konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan dari Masjid Wujudkan Kehidupan Berkelanjutan, yang diadakan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia atau (LPLH & SDA) MUI secara daring, baru-baru ini.
Tak hanya sukses menjadi masjid ramah lingkungan, Baitul Makmur juga memakmurkan masjid dengan beragam program pemberdayaan. Program dan kegiatan yang ada pengajian sore anak-anak kurang lebih 450 anak, minuman dingin gratis, sarapan pagi bareng, berbagai kajian rutin, majelis taklim ibu-ibu, baksos donor darah, halal center bm corner, tersedia wifi gratis, perpustakaan, dan lift untuk lansia disabilitas.
Ketua DKM Masjid Baitul Makmur, Muhammad Suhapli, berbagi kisah bagaimana mengelola masjid ramah lingkungan lewat Program Eco Masjid. Secara umun, masjid memanfaatkan benda bekas pakai untuk didaur ulang.
Misalnya, masjid memanfaatkan air bekas wudhu untuk penghijauan dan budidaya ikan lele. Membuat sumur resapan /biopori, mading digital, dan penghematan energi listrik dengan lampu led, sensor otomatis, grouping, lampu penerangan jalan dengan sumber energi tenaga surya.
Baca juga:Unik, Begini Potret Masjid Kremlin ala Yogyakarta
Masjid menerapkan konsep 3R, yakni reduce, reuse, recycle) dan program Gerakan Sedekah Sampah untuk mengurangi polusi. Salah satu contoh dengan mengurangi sampah menggunakan mading informasi secara digital dan laporan digital untuk mengurangi penggunaan kertas.
“Dan setiap ada acara masjid kita menggunakan tempat minum atau tumblr untuk mengurangkan sampah plastik,” ujar Suhapli dalam “Webinar Pra konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan dari Masjid Wujudkan Kehidupan Berkelanjutan, yang diadakan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia atau (LPLH & SDA) MUI secara daring, baru-baru ini.
Tak hanya sukses menjadi masjid ramah lingkungan, Baitul Makmur juga memakmurkan masjid dengan beragam program pemberdayaan. Program dan kegiatan yang ada pengajian sore anak-anak kurang lebih 450 anak, minuman dingin gratis, sarapan pagi bareng, berbagai kajian rutin, majelis taklim ibu-ibu, baksos donor darah, halal center bm corner, tersedia wifi gratis, perpustakaan, dan lift untuk lansia disabilitas.