Bimas Islam: Rayakan HUT ke-76 RI dengan Rasa Syukur
Ahmad zuhdi
Selasa, 17 Agustus 2021 - 20:50 WIB
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar. (Foto: Antara).
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar, mengajak warga merayakan HUT ke-76 RI dengan penuh rasa syukur kepada Allah subhanahu wata ala. Sebab NKRI merupakan berkah, nikmat dan karunia dari Allah.
Sikap mawas diri dalam menghadapi cobaan dari-Nya juga harus diperkuat dalam memperkaya pengalaman bernegara dan memupuk ketangguhan berbangsa.
"Selanjutnya mari kita merenungkan dan meresapi setiap kata dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat cita-cita perjuangan bangsa dan tujuan bernegara," ujar Fuad dalam keterangannya, Selasa (17/8/2021).
Dalam Pembukaan UUD 1945 yang naskahnya dirancang oleh sembilan tokoh pendiri negara tanggal 22 Juni 1945 diketuai Bung Karno atau dinamakan Piagam Jakarta, sebagaimana dinyatakan oleh Prof Muhammad Yamin dalam bukunya Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia, berisi garis-garis pemberontakan melawan imperialisme-kapitalisme dan fasisme, serta memuat dasar pembentukan Negara Republik Indonesia.
"Ummat Islam perlu senantiasa memelihara dan mengembangkan wawasan bernegara yang religius dan wawasan religius yang negarawan, seperti yang dicontohkan oleh para pemimpin-pejuang umat di masa lampau," ujarnya.
Karena itu, dia mengatakan, seluruh masyarakat Indonesia yang ditakdirkan mengisi panggung sejarah di hari ini dalam kedudukan dan peran apa pun, sejatinya bertanggungjawab terhadap generasi yang telah pergi dan generasi yang akan datang.
"Tanamkan sikap dan rasa tanggung jawab terhadap generasi mendatang dengan memelihara dan mewariskan tanah air dan negara ini dalam kondisi yang lebih baik," ujarnya.
Sikap mawas diri dalam menghadapi cobaan dari-Nya juga harus diperkuat dalam memperkaya pengalaman bernegara dan memupuk ketangguhan berbangsa.
"Selanjutnya mari kita merenungkan dan meresapi setiap kata dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat cita-cita perjuangan bangsa dan tujuan bernegara," ujar Fuad dalam keterangannya, Selasa (17/8/2021).
Dalam Pembukaan UUD 1945 yang naskahnya dirancang oleh sembilan tokoh pendiri negara tanggal 22 Juni 1945 diketuai Bung Karno atau dinamakan Piagam Jakarta, sebagaimana dinyatakan oleh Prof Muhammad Yamin dalam bukunya Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia, berisi garis-garis pemberontakan melawan imperialisme-kapitalisme dan fasisme, serta memuat dasar pembentukan Negara Republik Indonesia.
"Ummat Islam perlu senantiasa memelihara dan mengembangkan wawasan bernegara yang religius dan wawasan religius yang negarawan, seperti yang dicontohkan oleh para pemimpin-pejuang umat di masa lampau," ujarnya.
Karena itu, dia mengatakan, seluruh masyarakat Indonesia yang ditakdirkan mengisi panggung sejarah di hari ini dalam kedudukan dan peran apa pun, sejatinya bertanggungjawab terhadap generasi yang telah pergi dan generasi yang akan datang.
"Tanamkan sikap dan rasa tanggung jawab terhadap generasi mendatang dengan memelihara dan mewariskan tanah air dan negara ini dalam kondisi yang lebih baik," ujarnya.
(bal)