home masjid

Kisah Munajat Cicit Rasul Ali Zainal Abidin dari Atas Ka'bah

Selasa, 17 Agustus 2021 - 23:15 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Rambulan bersinar terang menerangi sudut-sudut Kota Mekkah Al Mukaramah. Malam semakin hitam ketika seorang pemuda menyenandungkan syair dari atas Ka'bah. Suaranya yang begitu rintih menarik perhatian Al Ashmu'i yang sedang thawaf.

Dia melihat seorang pemuda bergelayut di kiswah Ka'bah. Wajahnya tampan dan mencirikan orang baik-baik. Di atas kepalanya ada dua jambul hijau, “Wahai Tuanku, mata telah terpejam dan bintang bintang telah terbenam,” kata pemuda itu.

Al Ashmu'i mendengarkan dengan seksama apa yang sedang ia ungkapkan. Suara pemuda itu semakin terang dan nyata. “Sementara Engkau, tetap hidup dan mengurusi diri sendiri.”

Pemuda itu terus melanjutkan munajatnya. Dia menangis, memecah keheningan seolah-olah ada masalah sebesar gunung di pundaknya.

“Para raja telah menutup pintunya, bahkan ketat terjaga. Sementara pintu-Mu senantiasa terbuka bagi para peminta. Aku, seorang pemohon yang datang ke hadapan-Mu.”

Semakin panjang kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya, semakin kuat pula rintihannya.

“Aku Menunggu rahmat-Mu wahai Zat yang Mahapengasih di antara yang pengasih. Kasihanilah aku, ampunilah dosaku. Janganlah Engkau haramkan aku dari melihat kakekku, qurrota aini kekasih-Mu, orang pilihan-Mu, Muhammad, di rumah-Mu yang mulia”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kisah inspiratif keluarga rasulullah ka'bah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya