Sempat Batal, Elon Musk Rampungkan Akuisisi Twitter Rp684 Triliun
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 19:45 WIB
Bos Tesla, Elon Musk. (Foto: bravaradio.com)
Bos Tesla, Elon Musk, akhirnya resmi mengakuisisi platform media sosial Twitter. Proses akuisis sekaligus mengakhiri drama yang terjadi selama enam bulan.
Dikutip dari Reuters, Jumat (28/10/2022), Musk menutup kesepakatan senilai 44 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp684 triliun untuk membeli Twitter. Musk mengatakan alasannya membeli Twitter bukan untuk meraup uang, tetapi 'demi kemanusiaan yang saya cintai'.
Baca Juga:Elon Musk Digugat Gara-gara Batal Beli Twitter
"Burung itu dibebaskan," cuit Musk dikutip dari akun Twitternya @elonmusk.
Orang terkaya di dunia itu terlihat sudah mengubah bio di akun Twitternya menjadi Chief of twit. Dalam akunnya, Musk ingin menjadikan Twitter sebagai tempat untuk beriklan yang sesuai dengan penggunanya.
"Saya sangat percaya iklan ketika dilakukan dengan benar bisa menyenangkan, menghibur, dan menginformasi anda. Untuk bisa menjadi kenyataan, sangat penting untuk menunjukkan kepada pengguna Twitter, iklan yang relevan mungkin dengan kebutuhan mereka," ujar Musk.
Seperti diketahui, Musk sempat membatalkan niatnya membeli Twitter pada bulan Juli lalu. Perusahaan media sosial itu diklaim tidak memberikan informasi tentang akun palsu atau spam di Twitter.
Dikutip dari Reuters, Jumat (28/10/2022), Musk menutup kesepakatan senilai 44 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp684 triliun untuk membeli Twitter. Musk mengatakan alasannya membeli Twitter bukan untuk meraup uang, tetapi 'demi kemanusiaan yang saya cintai'.
Baca Juga:Elon Musk Digugat Gara-gara Batal Beli Twitter
"Burung itu dibebaskan," cuit Musk dikutip dari akun Twitternya @elonmusk.
Orang terkaya di dunia itu terlihat sudah mengubah bio di akun Twitternya menjadi Chief of twit. Dalam akunnya, Musk ingin menjadikan Twitter sebagai tempat untuk beriklan yang sesuai dengan penggunanya.
"Saya sangat percaya iklan ketika dilakukan dengan benar bisa menyenangkan, menghibur, dan menginformasi anda. Untuk bisa menjadi kenyataan, sangat penting untuk menunjukkan kepada pengguna Twitter, iklan yang relevan mungkin dengan kebutuhan mereka," ujar Musk.
Seperti diketahui, Musk sempat membatalkan niatnya membeli Twitter pada bulan Juli lalu. Perusahaan media sosial itu diklaim tidak memberikan informasi tentang akun palsu atau spam di Twitter.