LANGIT7.ID, Jakarta - Bos Tesla,
Elon Musk, akhirnya resmi mengakuisisi platform media sosial Twitter. Proses akuisis sekaligus mengakhiri drama yang terjadi selama enam bulan.
Dikutip dari
Reuters, Jumat (28/10/2022), Musk menutup kesepakatan senilai 44 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp684 triliun untuk membeli
Twitter. Musk mengatakan alasannya membeli Twitter bukan untuk meraup uang, tetapi 'demi kemanusiaan yang saya cintai'.
Baca Juga: Elon Musk Digugat Gara-gara Batal Beli Twitter"Burung itu dibebaskan," cuit Musk dikutip dari akun Twitternya @elonmusk.
Orang terkaya di dunia itu terlihat sudah mengubah bio di akun Twitternya menjadi
Chief of twit. Dalam akunnya, Musk ingin menjadikan Twitter sebagai tempat untuk beriklan yang sesuai dengan penggunanya.
"Saya sangat percaya iklan ketika dilakukan dengan benar bisa menyenangkan, menghibur, dan menginformasi anda. Untuk bisa menjadi kenyataan, sangat penting untuk menunjukkan kepada pengguna Twitter, iklan yang relevan mungkin dengan kebutuhan mereka," ujar Musk.
Seperti diketahui, Musk sempat membatalkan niatnya membeli Twitter pada bulan Juli lalu. Perusahaan media sosial itu diklaim tidak memberikan informasi tentang akun palsu atau spam di Twitter.
Baca Juga: 3 Alasan Elon Musk Batal Beli Twitter, Banyak Akun Bot hingga Saham AnjlokPengacara Musk mengatakan Twitter telah gagal atau menolak untuk menanggapi beberapa permintaan informasi pada akun tersebut, yang merupakan dasar dari kinerja bisnis perusahaan. Platform media sosial burung biru itu disebut melakukan beberapa pelanggaran.
"Twitter melakukan pelanggaran material terhadap beberapa ketentuan Perjanjian itu, tampaknya telah membuat pernyataan palsu dan menyesatkan yang diandalkan oleh Musk ketika memasuki Perjanjian Penggabungan," ucap pengacara Musk.
Chairman Twitter, Bret Taylor mengaku keberatan dengan pembatalan sepihak yang dilakukan pihak Musk. Taylor mengungkapkan pihaknya akan membawa masalah ini ke jalur hukum.
"Dewan Twitter berkomitmen untuk menutup transaksi pada harga dan persyaratan yang disepakati dengan Mr Musk dan berencana untuk melakukan tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger," kata Taylor.
Persyaratan kesepakatan mengharuskan Musk untuk membayar biaya pemutusan senilai 1 miliar dollar AS. Hal tersebut sebagai bentuk jika Musk tidak menyelesaikan transaksi pembelian Twitter.
Baca Juga:
Batal Dibeli Elon Musk, Twitter Bakal Tempuh Jalur Hukum
Elon Musk Batal Akuisisi Twitter, Ini Penjelasan Pengacara(gar)