Mahfud MD: Bung Karno Adalah Santri A Hassan dan HOS Tjokroaminoto
Fajar adhitya
Senin, 31 Oktober 2022 - 21:03 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (foto: humas Menkopolhukam)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MDmengatakan bahwa Presiden Soekarno adalah santri. Bung Karno berguru kepada A Hassan dan HOS Tjokroaminoto.
Sebagai seorang santri, Bung Karno juga menerapkan metode ijtihad dalam merumuskan dasar-dasar negara. Keputusan berdirinya negara Pancasila yang digagas Bung Karno dan para pendiri bangsa lainnya adalah produk ijtihad.
"Sistem negara itu produk ijtihad sesuai dengan waktu, tempat dan lingkungan sosial budayanya. Itulah produk ijtihad yang dilakukan pemimpin Indonesia kala itu, ujar Mahfud saat berbicara dalam Forum Rektor Indonesia di Universitas Airlangga Surabaya, Ahad (30/11/2022).
Baca juga:Mahfud: Sistem Demokrasi di Indonesia Valid, Tak Perlu Diperdebatkan
Mahfud menjelaskan, Bung Karno adalah kader Muhammadiyah dan juga seorang santri. Menurut Mahfud, Bung Karno banyak berguru pada tokoh Islam berpengaruh dan menyiratkan bahwa Bung Karno tidak anti-Islam.
"Ada yang bilang Bung Karno itu aliran sekuler anti Islam, tidak. Bung Karno itu santri juga, dia orang Muhammadiyah, ngaji ke A. Hasan, ngaji ke Cokroaminoto, dia santri," papar Mahfud di hadapan para rektor.
Namun Mahfud juga tidak memungkiri bahwa Presiden Indonesia pertama itu, pernah mengusulkan bentuk negara sekuler, sebagaimana Turki. Menurut Mahfud, hal itu dampak dari kemajuan pemikiran Bung Karno kala itu.
Sebagai seorang santri, Bung Karno juga menerapkan metode ijtihad dalam merumuskan dasar-dasar negara. Keputusan berdirinya negara Pancasila yang digagas Bung Karno dan para pendiri bangsa lainnya adalah produk ijtihad.
"Sistem negara itu produk ijtihad sesuai dengan waktu, tempat dan lingkungan sosial budayanya. Itulah produk ijtihad yang dilakukan pemimpin Indonesia kala itu, ujar Mahfud saat berbicara dalam Forum Rektor Indonesia di Universitas Airlangga Surabaya, Ahad (30/11/2022).
Baca juga:Mahfud: Sistem Demokrasi di Indonesia Valid, Tak Perlu Diperdebatkan
Mahfud menjelaskan, Bung Karno adalah kader Muhammadiyah dan juga seorang santri. Menurut Mahfud, Bung Karno banyak berguru pada tokoh Islam berpengaruh dan menyiratkan bahwa Bung Karno tidak anti-Islam.
"Ada yang bilang Bung Karno itu aliran sekuler anti Islam, tidak. Bung Karno itu santri juga, dia orang Muhammadiyah, ngaji ke A. Hasan, ngaji ke Cokroaminoto, dia santri," papar Mahfud di hadapan para rektor.
Namun Mahfud juga tidak memungkiri bahwa Presiden Indonesia pertama itu, pernah mengusulkan bentuk negara sekuler, sebagaimana Turki. Menurut Mahfud, hal itu dampak dari kemajuan pemikiran Bung Karno kala itu.