Sandiaga Sentil EO ‘Berdendang Bergoyang: Jangan Aji Mumpung
Ummu hani
Selasa, 01 November 2022 - 12:17 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Istimewa.
Kepolisian menghentikan konserr ‘Berdendang Bergoyang’ yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat karena alasan keamanan. Diketahui, acara tersebut dihadiri lebih dari 21.000 orang padahal kapasitas Istora Senayan hanya sekitar 10.000.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan penyelenggara acara (Event Organizer/EO) pagelaran musik, festival atau lainnya harusnya mematuhi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability) untuk mencegah potensi bencana.
Baca juga: Manggung dengan Musisi Papan Atas, Noah Gelar Konser 1 Dekade
"Saya harapkan agar EO mengerti bagaimana mengendalikan event agar event ini berlangsung dengan aman nyaman dan lancar dan harus mengacu pada prinsip-prinsip SOP CHSE. Promotor harus kita bina, mereka harus mengikuti, jangan sampai aji mumpung, begitu ada permintaan jual lebih banyak akhirnya orang kegetok, orang kapok," ujar Sandiaga, dalam Weekly Brief di kanal YouTube Menparekraf, Selasa (1/11/2022).
Sandiaga menuturkan, setelah Covid-19 melandai, keinginan luar biasa dari masyarakat untuk mengikuti festival atau kegiatan musik sangat tinggi.
“Jangan sampai momen tersebut justru menjadi kesempatan bagi promotor untuk menjual tiket lebih banyak dari kapasitas yang tersedia,” ucapnya.
Sandiaga menugaskan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani untuk melakukan evaluasi dan memberikan sosialisasi kepada EO untuk mematuhi carrying capacity, early warning systemdan ketersediaan jalur evakuasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan penyelenggara acara (Event Organizer/EO) pagelaran musik, festival atau lainnya harusnya mematuhi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability) untuk mencegah potensi bencana.
Baca juga: Manggung dengan Musisi Papan Atas, Noah Gelar Konser 1 Dekade
"Saya harapkan agar EO mengerti bagaimana mengendalikan event agar event ini berlangsung dengan aman nyaman dan lancar dan harus mengacu pada prinsip-prinsip SOP CHSE. Promotor harus kita bina, mereka harus mengikuti, jangan sampai aji mumpung, begitu ada permintaan jual lebih banyak akhirnya orang kegetok, orang kapok," ujar Sandiaga, dalam Weekly Brief di kanal YouTube Menparekraf, Selasa (1/11/2022).
Sandiaga menuturkan, setelah Covid-19 melandai, keinginan luar biasa dari masyarakat untuk mengikuti festival atau kegiatan musik sangat tinggi.
“Jangan sampai momen tersebut justru menjadi kesempatan bagi promotor untuk menjual tiket lebih banyak dari kapasitas yang tersedia,” ucapnya.
Sandiaga menugaskan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani untuk melakukan evaluasi dan memberikan sosialisasi kepada EO untuk mematuhi carrying capacity, early warning systemdan ketersediaan jalur evakuasi.