Kenali Red Flag Perkembangan Motorik Anak Sebelum Terlambat
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 02 November 2022 - 16:28 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Memahami tumbuh kembang anak merupakan bagian penting dalam pola pengasuhan. Tumbuh dan kembang anak tak hanya mencakup pada perubahan fisik saja, namun juga perubahan padaemosi,perilaku, pemikiran, bicara, dan kepribadian.
Karena itu, orang tua perlu mencatat setiap tahap tumbuh kembang anak untuk memastikan perkembangannya sudah optimal. Selain itu orang tua juga harus mewaspadai red flagatau tanda adanya hambatan pada perkembangan motorik anak.
Baca juga: 3 Kunci Pendukung Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Wajib Tahu
Berikut red flag atau tanda bahaya perkembangan motorik bayi yang dijelaskan oleh dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A.
"Bayi terlalu letoy (floppy) atau bayi kaku kaki tangannya (stiff). Perkembangan motoriknya menyimpang, misal genggamannya nggak seimbang kiri-kanan, duduknya asimetrik, bayi bisa berdiri dulu baru bisa duduk," ujar dr Denta dikutip dari akun Twitter @sdenta dan sudah mendapatkan izin, Rabu (2/11/2022).
Kemudian, lanjut dr Denta, kehilangan kemampuan. Misal bila sebelumnya bisa duduk, tetapi tiba-tiba tidak bisa duduk tegak. Di kondisi lain, bila sebelumnya bayi bisa jalan, namun tiba-tiba mengesot atau merangkak terus ke sana ke mari.
dr Denta juga menyebut tanda-tanda adanya hambatan pada perkembangan motor lain seperti tidak kontrol kepala di usia 4 bulan. Selain itu, anak tidak bisa duduk tanpa ditopang di usia 7 bulan.
Karena itu, orang tua perlu mencatat setiap tahap tumbuh kembang anak untuk memastikan perkembangannya sudah optimal. Selain itu orang tua juga harus mewaspadai red flagatau tanda adanya hambatan pada perkembangan motorik anak.
Baca juga: 3 Kunci Pendukung Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Wajib Tahu
Berikut red flag atau tanda bahaya perkembangan motorik bayi yang dijelaskan oleh dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A.
"Bayi terlalu letoy (floppy) atau bayi kaku kaki tangannya (stiff). Perkembangan motoriknya menyimpang, misal genggamannya nggak seimbang kiri-kanan, duduknya asimetrik, bayi bisa berdiri dulu baru bisa duduk," ujar dr Denta dikutip dari akun Twitter @sdenta dan sudah mendapatkan izin, Rabu (2/11/2022).
Kemudian, lanjut dr Denta, kehilangan kemampuan. Misal bila sebelumnya bisa duduk, tetapi tiba-tiba tidak bisa duduk tegak. Di kondisi lain, bila sebelumnya bayi bisa jalan, namun tiba-tiba mengesot atau merangkak terus ke sana ke mari.
dr Denta juga menyebut tanda-tanda adanya hambatan pada perkembangan motor lain seperti tidak kontrol kepala di usia 4 bulan. Selain itu, anak tidak bisa duduk tanpa ditopang di usia 7 bulan.