home global news

Komnas HAM: Tragedi Kanjuruhan Akibat Ambisi Bisnis

Rabu, 02 November 2022 - 18:50 WIB
Anggota TGIPF menilai kondisi Stadion Kanjuruhan tidak layak untuk menggelar laga high risk (Foto: Kemenko Polhukam)
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) lebih mengedepankan aspek bisnis. Otoritas dan stakeholder yang terlibat tidak memprioritaskan masalah keamanan.

Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam menyatakan telah terjadi pelanggaran bisnis dan human rights dalam laga Derbi Jawa Timur tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor pecahnya Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.

"Jadi entitas bisnis yang mengabaikan hak asasi manusia. Dia lebih menonjolkan aspek bisnisnya daripada aspek HAM," kata Anam dalam jumpa pers, Rabu (2/11/2022).

Baca Juga:Komnas HAM Nyatakan Tragedi Kanjuruhan Pelanggaran HAM

Dalam investigasinya, Komnas HAM mendapatkan adanya jalinan komunikasi antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan perusahaan penyiaran (Indosiar). Didapati keterangan bahwa PT LIB tetap meminta laga Arema FC vs Persebaya digelar malam demi komersialisasi dan sponsor.

"Kami simpulkan bahwa antara PT LIB sama broadcaster tidak mempertimbangkan atau mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan.. Lebih mempertimbangkan aspek komersialisasi karena di situ ada pembicaraan soal sponsor dan lain sebagainya," ungkap Anam.

Kepolisian, kata Komnas HAM, sedianya telah minta agar jadwal pertandingan dimajukan sore hari. Kapolres Malang telah bersurat secara resmi kepada pelaksana yang juga ditembuskan kepada Ketua PSSI pada 13 September 2022. Pada hari yang sama, PT LIB berkomuniasi kepada Indosiar terkait permintaan perubahan kick off tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bisnis komnas ham choirul anam keselamatan tragedi kanjuruhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya