KNKT Ungkap Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Sriwijawa Air SJ182
Ummu hani
Jum'at, 04 November 2022 - 18:49 WIB
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air SJ182. (Foto: Istimewa)
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil investigasi dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jakarta-Pontianak. Pesawat tersebut jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.
Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, merinci setidaknya ada dua penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 berdasarkan hasil investigasi KNKT.
"Pertama, tahapan perbaikan sistem auto-throttle belum mencapai bagian mekanikal. Yang kedua, karena thrust lever kanan tidak mundur seusai permintaan autopilot karena hambatan pada sistem mekanikal dan thrust lever kiri mengkompensasi dengan terus bergerak mundur sehingga terjadi asimetri," kata Nurcahyo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR, dikutip Langit7.id, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga:Badan Pesawat TNI AL G-36 Bonanza Ditemukan di Kedalaman 15 Meter
Nurcahyo menuturkan, keterlambatan Cruise Thrust Split Monitor (CSTM) memutus auto-throttle saat pesawat asimetri."Harusnya CTSM bisa menonaktifkan auto-throttle. Namun, terjadi keterlambatan CTSM pada auto-throttle sehingga asimetri menjadi terlebih dan pesawat belok ke kiri. Keterlambatan CTSM kami yakini karena informasi sudut dari flight spoiler lebih rendah dari yang sesungguhnya sehingga aktivasinya terlambat," ucapnya.
Menurut Nurcahyo, ada complacency atau rasa percaya terhadap sistem automatisasi dan confirmation bias. Sehingga berujung berkurangnya monitor oleh pilot terhadap instrumen di pesawat.
"Ini berakibat dikuranginya monitor pada instrumen sehingga tidak disadari terjadi asimetri dan terjadi penyimpangan penerbangan. Pesawat berbelok ke kiri seharusnya ke kanan sementara kemudi miring ke arah kanan dan karena kurangnya monitor menimbulkan asumsi bahwa pesawat belok ke kanan sehingga tindakan pemulihannya tidak sesuai," ungkapnya.
Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, merinci setidaknya ada dua penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 berdasarkan hasil investigasi KNKT.
"Pertama, tahapan perbaikan sistem auto-throttle belum mencapai bagian mekanikal. Yang kedua, karena thrust lever kanan tidak mundur seusai permintaan autopilot karena hambatan pada sistem mekanikal dan thrust lever kiri mengkompensasi dengan terus bergerak mundur sehingga terjadi asimetri," kata Nurcahyo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR, dikutip Langit7.id, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga:Badan Pesawat TNI AL G-36 Bonanza Ditemukan di Kedalaman 15 Meter
Nurcahyo menuturkan, keterlambatan Cruise Thrust Split Monitor (CSTM) memutus auto-throttle saat pesawat asimetri."Harusnya CTSM bisa menonaktifkan auto-throttle. Namun, terjadi keterlambatan CTSM pada auto-throttle sehingga asimetri menjadi terlebih dan pesawat belok ke kiri. Keterlambatan CTSM kami yakini karena informasi sudut dari flight spoiler lebih rendah dari yang sesungguhnya sehingga aktivasinya terlambat," ucapnya.
Menurut Nurcahyo, ada complacency atau rasa percaya terhadap sistem automatisasi dan confirmation bias. Sehingga berujung berkurangnya monitor oleh pilot terhadap instrumen di pesawat.
"Ini berakibat dikuranginya monitor pada instrumen sehingga tidak disadari terjadi asimetri dan terjadi penyimpangan penerbangan. Pesawat berbelok ke kiri seharusnya ke kanan sementara kemudi miring ke arah kanan dan karena kurangnya monitor menimbulkan asumsi bahwa pesawat belok ke kanan sehingga tindakan pemulihannya tidak sesuai," ungkapnya.