home global news

Siaran Analog Dimatikan, Distribusi STB Harus Tepat Sasaran

Jum'at, 04 November 2022 - 19:20 WIB
Ilustrasi set top box tv digital. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, mendesak pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) segera mendistribusikan Set Top Box (STB) secara gratis kepada masyarakat. Nurul menekankan bahwa seluruh masyarakat kurang mampu harus dipastikan dapat mengakses siaran televisi digital.

"Yang terpenting dalam ASO ini, pemerintah lewat Kemenkominfo harus mampu mendistribusikan STB kepada masyarakat yang membutuhkan dengan tepat sasaran. Jangan sampai rumah tangga yang benar-benar tidak mampu malah terlewat dalam pembagian STB gratis tersebut," kata Nurul dalam keterangannya, Jumat (4/11/2022).

Migrasi siaran ke TV digitaldiketahui mencakup wilayah yang ekosistem siaran digitalnya sudah siap, termasuk 14 Kabupaten/Kota di Jabodetabek. Di wilayah Jabodetabek saat ini telah didistribusikan sebanyak 473.308 unit STB dari target 479.307 unit.

Baca Juga:Mahfud MD Sebut 7 Stasiun TV Masih Siaran Analog Setelah ASO

Politisi Fraksi Partai Golkar itu berharap sistem siaran digital juga harus mengakhiri persoalan blank spot di Tanah Air. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan anggaran khusus untuk bantuan distribusi STB gratis kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) secara nasional sekitar 1.055.360 unit STB.

"Karena ada keharusan bagi pemerintah untuk membantu STB bagi masyarakat agar bisa mengakses siaran digital. Pemerataan siaran televisi digital yang memuat informasi dan hiburan secara gratis atau tidak berbayar harus bisa merata dan menjangkau seluruh lapisan," ujarnya.

Seperti diketahui, siaran televisi terestrial analog di wilayah Jabodetabek dimatikan per 2 November. Data Kominfo per 3 November menunjukkan distribusi set top box Jabodetabek sebanyak 476.088 unit dan target 479.307.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
tv digital kominfo komisi i dpr set top box gratis nurul arifin
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya