Gunung Semeru Tunjukkan Aktivitas Vulkanik, Warga Diminta Waspada
Hasanah syakim
Kamis, 10 November 2022 - 09:00 WIB
Gunung Semeru (foto: Langit7/ iStock)
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan adanya aktivitas vulkanik erupsi, di Gunung Semeru, Jawa Timur. Erupsi menghasilkan kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak gunung berapi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Sumeru, Mukdas Sofian mengatakan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 0 detik pada Rabu (9/11/2022) pukul 15.50 WIB.
Menurut Mukdas, kolom abu terpantau berwarna putih dan abu-abu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. PVMBG merekomendasikan masyarakat, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dekat puncak Semeru.
Baca juga:Gunung Anak Krakatau Erupsi, Potensi Lontarkan Lava Pijar
"Masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi," katanya dikutip Kamis (10/11/2022).
Menurutnya, di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai), di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Selain itu, masyarakat, pengunjung, atau wisatawan juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lemparan batu (panas)," tambahnya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Sumeru, Mukdas Sofian mengatakan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 0 detik pada Rabu (9/11/2022) pukul 15.50 WIB.
Menurut Mukdas, kolom abu terpantau berwarna putih dan abu-abu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. PVMBG merekomendasikan masyarakat, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dekat puncak Semeru.
Baca juga:Gunung Anak Krakatau Erupsi, Potensi Lontarkan Lava Pijar
"Masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi," katanya dikutip Kamis (10/11/2022).
Menurutnya, di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai), di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Selain itu, masyarakat, pengunjung, atau wisatawan juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lemparan batu (panas)," tambahnya.