Atur Pola Hidup, Penyakit Lemak Hati Bisa Serang Non-Alkoholik
Ajeng ritzki
Kamis, 19 Agustus 2021 - 05:01 WIB
Ilustrasi menjaga liver atau hati tetap sehat Foto: Langit7.id/Istock
Bukan cuma peminum alkohol yang bisa mengalami perlemakan hati parah. Penyakit hati berlemak di kalangan non-peminum ini disebut non alcohol-fatty liver disease (NAFLD)
Kabar buruknya, kondisi tersebut menyebabkan kerusakan hati persis seperti kerusakan yang disebabkan alkohol, bedanya ini terjadi pada non-peminum.
Apa saja gejalanya? Tanda-tanda perlemakan hati parah yakni kehilangan selera makan, lemah, kelelahan, mual atau muntah, sakit perut atau kembung, dan gatal.
Bila dibiarkan NAFLD akan berkembang menjadi sirosis. Ini adalah tahap ketika sel-sel hati mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki sehingga mengeras dan membuat volume hati menyusut.
Berdasar penelitian Medline Plus, antara tujuh persen hingga 30 persen orang dengan NAFLD mengembangkan peradangan hati disebut steatohepatitis non-alkohol (NASH), yang menyebabkan kerusakan hati. Bila Kerusakan kecil terhadu maka hati masih dapat diperbaiki oleh tubuh.
Belum jelas apa yang menyebabkan NASH dan sirosis berkembang pada beberapa orang dengan NAFLD. Para peneliti sedang mempelajari beberapa kemungkinan mekanisme yang bisa dikaitkan dengan penyebab kondisi tersebut.
Ada beragam penyebab yang diduga kuat memiliki kaitan, mulai peradangan yang disebabkan oleh reaksi sistem imun terhadap jaringan lemak berlebih di hati, bahan kimia beracun (sitokin) yang dilepaskan oleh sel-sel hati atau sel-sel lemak, proses penghancuran diri sel-sel hati, dan efek molekul tidak stabil atau stres oksidatif.
Kabar buruknya, kondisi tersebut menyebabkan kerusakan hati persis seperti kerusakan yang disebabkan alkohol, bedanya ini terjadi pada non-peminum.
Apa saja gejalanya? Tanda-tanda perlemakan hati parah yakni kehilangan selera makan, lemah, kelelahan, mual atau muntah, sakit perut atau kembung, dan gatal.
Bila dibiarkan NAFLD akan berkembang menjadi sirosis. Ini adalah tahap ketika sel-sel hati mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki sehingga mengeras dan membuat volume hati menyusut.
Berdasar penelitian Medline Plus, antara tujuh persen hingga 30 persen orang dengan NAFLD mengembangkan peradangan hati disebut steatohepatitis non-alkohol (NASH), yang menyebabkan kerusakan hati. Bila Kerusakan kecil terhadu maka hati masih dapat diperbaiki oleh tubuh.
Belum jelas apa yang menyebabkan NASH dan sirosis berkembang pada beberapa orang dengan NAFLD. Para peneliti sedang mempelajari beberapa kemungkinan mekanisme yang bisa dikaitkan dengan penyebab kondisi tersebut.
Ada beragam penyebab yang diduga kuat memiliki kaitan, mulai peradangan yang disebabkan oleh reaksi sistem imun terhadap jaringan lemak berlebih di hati, bahan kimia beracun (sitokin) yang dilepaskan oleh sel-sel hati atau sel-sel lemak, proses penghancuran diri sel-sel hati, dan efek molekul tidak stabil atau stres oksidatif.