Pariwisata Berkelanjutan Jadi Tren Pengembangan Sektor Parekraf di Indonesia
Hasanah syakim
Selasa, 15 November 2022 - 16:22 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. (foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pariwista berkelanjutkan menjadi tren terbaru dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan selaras dengan falsafah hidup masyarakat Bali, yakni "Tri Hita Karana". Falsafah itu sebagai konsep dan ajaran dalam agama Hindu tentabf tiga subsistem utama seperti Parhyangan, Pawongan, dan Palemahan.
"Parahyangan merupakan hubungan manusia dengan Tuhan yang dapat diartikan sama dengan pola pikir, konsep atau nilai," ungkap Sandiaga dalam keterangannya dikutip Selasa (15/11/2022).
Baca juga:Situ Gunung Sukabumi, Tempat Wisata Alam yang Asri
Sandiaga mengatakan Pawongan berarti hubungan manusia dengan sesamanya, sebagai elemen sosial. Kemudian, Palemahan yaitu hubungan manusia dengan alam sekitar sama dengan elemen artefak.
Menurutnya, ajaran ini juga menitikberatkan pada upaya bagi sesama agar bisa hidup berdampingan, saling bertegur sapa satu dengan yang lain, tidak ada riak-riak kebencian, penuh toleransi, dan penuh rasa damai.
"Kami melihat sustainable tourism ini adalah suatu tren pariwisata yang sekarang tidak terhentikan, dan tidak tergantikan. Sebab sustainable tourism membuka peluang kita untuk lebih melestarikan lingkungan," ungkap Sandiaga.
Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan selaras dengan falsafah hidup masyarakat Bali, yakni "Tri Hita Karana". Falsafah itu sebagai konsep dan ajaran dalam agama Hindu tentabf tiga subsistem utama seperti Parhyangan, Pawongan, dan Palemahan.
"Parahyangan merupakan hubungan manusia dengan Tuhan yang dapat diartikan sama dengan pola pikir, konsep atau nilai," ungkap Sandiaga dalam keterangannya dikutip Selasa (15/11/2022).
Baca juga:Situ Gunung Sukabumi, Tempat Wisata Alam yang Asri
Sandiaga mengatakan Pawongan berarti hubungan manusia dengan sesamanya, sebagai elemen sosial. Kemudian, Palemahan yaitu hubungan manusia dengan alam sekitar sama dengan elemen artefak.
Menurutnya, ajaran ini juga menitikberatkan pada upaya bagi sesama agar bisa hidup berdampingan, saling bertegur sapa satu dengan yang lain, tidak ada riak-riak kebencian, penuh toleransi, dan penuh rasa damai.
"Kami melihat sustainable tourism ini adalah suatu tren pariwisata yang sekarang tidak terhentikan, dan tidak tergantikan. Sebab sustainable tourism membuka peluang kita untuk lebih melestarikan lingkungan," ungkap Sandiaga.