LANGIT7.ID, Denpasar - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf),
Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pariwista berkelanjutkan menjadi tren terbaru dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan selaras dengan falsafah hidup masyarakat Bali, yakni "Tri Hita Karana". Falsafah itu sebagai konsep dan ajaran dalam agama Hindu tentabf tiga subsistem utama seperti Parhyangan, Pawongan, dan Palemahan.
"Parahyangan merupakan hubungan manusia dengan Tuhan yang dapat diartikan sama dengan pola pikir, konsep atau nilai," ungkap Sandiaga dalam keterangannya dikutip Selasa (15/11/2022).
Baca juga: Situ Gunung Sukabumi, Tempat Wisata Alam yang AsriSandiaga mengatakan Pawongan berarti hubungan manusia dengan sesamanya, sebagai elemen sosial. Kemudian, Palemahan yaitu hubungan manusia dengan alam sekitar sama dengan elemen artefak.
Menurutnya, ajaran ini juga menitikberatkan pada upaya bagi sesama agar bisa hidup berdampingan, saling bertegur sapa satu dengan yang lain, tidak ada riak-riak kebencian, penuh toleransi, dan penuh rasa damai.
"Kami melihat sustainable tourism ini adalah suatu tren pariwisata yang sekarang tidak terhentikan, dan tidak tergantikan. Sebab sustainable tourism membuka peluang kita untuk lebih melestarikan lingkungan," ungkap Sandiaga.
Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, konsep pariwisata berkelanjutan telah diimplementasikan lewat upaya pengembangan potensi
desa wisata yang ada di Indonesia.
"Kami akan terus mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia dengan fokus pariwisata berkelanjutan dan berkualitas," tegasnya.
Baca juga: Wajah Baru Kota Tua dan Jembatan Siti Nurbaya Perkuat Daya Tarik Kota Padang Sandiaga menambahkan, salah satu upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia, adalah melalui penanaman bibit bakau melalui program carbon footprint offset.
"Ini adalah contoh dari program pengembangan destinasi pintar, dan berkelanjutan. Kami kembangkan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di seluruh destinasi yang ada di Indonesia," jelas Sandiaga.
(sof)