LANGIT7.ID, Padang -
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), melakukan revitalisasi kawasan Kota Tua Padang dan Jembatan Siti Nurbaya, Sumatera Barat. Revitalisasi melalui pengecatan ulang ini untuk memperkuat daya tarik Kota Padang.
Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf, Wawan Gunawan, mengapresiasi penyelesaian pengecatan ulang lebih dari 25 gedung dan tempat tinggal di Kawasan Kota Tua Padang. Menurutnya, revitalisasi tersebut memberikan sentuhan warna baru pada Jembatan Siti Nurbaya dalam rangka memperindah Kota Padang melalui program "
Let's Colour".
"Program '
Let’s Colour' merupakan sebuah inisiatif dari AkzoNobel yang dilakukan di Indonesia sejak tahun 2016. Program ini konsisten melibatkan masyarakat/komunitas, dan pemerintah dengan tujuan meningkatkan dan memperkaya kehidupan masyarakat," kata Wawan dalam keterangannya, Sabtu (12/11/2022).
Baca Juga: Menparekraf Berharap Momentum Libur Nataru Bisa Dongkrak PariwisataWawan berharap apa yang telah dilakukan di Kota Padang dapat menjadi contoh daerah-daerah lain untuk berkolaborasi dengan pihak swasta. Terutama dalam hal revitalisasi destinasi pariwisata.
"Sehingga dapat memberi manfaat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana nantinya pemerintah daerah, dan masyarakat bergotong royong menjaga, merawat, memelihara, membangun secara berkelanjutan, serta memanfaatkan optimal dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat," harapnya.
Wawan menilai revitalisasi ini sejalan dengan pandangan Menparekraf Sandiaga Uno. Adapun paradigma pengembangan pariwisata yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memperkuat peluang kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan usaha guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dalam upaya mengembangkan destinasi di kawasan kota tua lainnya ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Seperti integrasi perencanaan dan pengembangan destinasi wisata Kota Tua Padang, tata kelola dan model bisnis parekraf di Kota Tua Padang," ujarnya.
Baca Juga: Sambut Wisatawan, Pantai Sunrise di Kepulauan Seribu DipercantikSelain itu, dibutuhkan pula kerja sama lintas sektoral, pengelolaan krisis dan mitigasi bencana di sekitar Kawasan Kota Tua Padang. Kemudian diperlukan skema pendanaan inovatif untuk keberlanjutan dan konservasi, integrasi antara atraksi dan
calender of event, dan penguatan ketersediaan
storytelling.
"Sebab, ke depannya bisnis masa depan mengincar generasi milenial Z dan A. Untuk itu perlu digitalisasi dalam mengembangkan Destinasi Kawasan Kota Padang yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan," ucap Wawan.
Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya memberikan nuansa baru dalam pengembangan potensi wisata Jembatan Siti Nurbaya dan Kawasan Kota Tua. Di masa mendatang, pihaknya akan menghidupkan kembali transportasi kuno sebagai bentuk menghargai jasa para pendahulu di masa lampau.
"Mudah-mudahan restu untuk kita semua mencarikan solusi dalam memberi nuansa yang indah, untuk di kawasan kota tua seperti kereta api yang lama hingga transportasi lain yang kuno," tutur Hendri.
Baca Juga:
Kawasan Wisata TMII Dibuka Kembali Akhir Tahun 2022
Curug Tilu Ciwidey, Tempat Wisata Asyik di Akhir Pekan(gar)