Pemilu 2024
Ogah Buru-buru Usung Capres, PDIP Pilih Siapkan Desain Masa Depan
Muhajirin
Selasa, 15 November 2022 - 21:37 WIB
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Langit7.id/Muhajirin)
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak mau terburu-buru mengusung calon presiden (capres) dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. PDIP menilai hal penting yang harus disiapkan adalah desain masa depan untuk menghadapi ragam persoalan bangsa.
"Ini kan konotasinya kepada siapa. Pada proses regenerasi Pemilu 2024, sebelum kita menjawab kepada siapa tentu saja kita harus melihat bahwa kepemimpinan nasional itu sebenarnya tidak berbicara pada siapa dulu," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2022).
Menurut Hasto, masih ada banyak hal yang menjadi akar persoalan bangsa saat ini. Hal tersebut harus didesain agar masa depan masa bangsa bisa cerah.
Baca Juga:Ratusan Kader Perempuan Gerindra Cilacap Siap Menangkan Prabowo
Hasto mencontohkan soal pendidikan Indonesia yang tertinggal dari negara tetangga, seperti Singapura. National University of Singapore berada di peringkat 11 dalam World University, sedangkan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta berada di peringkat 153. Gap dua universitas tersebut dinilai sangat jauh.
Di sisi lain, lanjut Hasto, budaya literasi masyarakat Indonesia dengan negara-negara maju juga sangat jauh. Belum lagi IQ atau tumbuh kembang kecerdasan masyarakat Indonesia masih tertinggal jauh dan jumlah doktor Indonesia juga masih minim.
"Ini harus diperhatikan agar Indonesia bisa bersaing di kancah internasional. Sehingga banyak persoalan-persoalan yang kita hadapi sebelum kita bicara siapa itu yang harus kita pikirkan," ujar Hasto.
"Ini kan konotasinya kepada siapa. Pada proses regenerasi Pemilu 2024, sebelum kita menjawab kepada siapa tentu saja kita harus melihat bahwa kepemimpinan nasional itu sebenarnya tidak berbicara pada siapa dulu," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2022).
Menurut Hasto, masih ada banyak hal yang menjadi akar persoalan bangsa saat ini. Hal tersebut harus didesain agar masa depan masa bangsa bisa cerah.
Baca Juga:Ratusan Kader Perempuan Gerindra Cilacap Siap Menangkan Prabowo
Hasto mencontohkan soal pendidikan Indonesia yang tertinggal dari negara tetangga, seperti Singapura. National University of Singapore berada di peringkat 11 dalam World University, sedangkan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta berada di peringkat 153. Gap dua universitas tersebut dinilai sangat jauh.
Di sisi lain, lanjut Hasto, budaya literasi masyarakat Indonesia dengan negara-negara maju juga sangat jauh. Belum lagi IQ atau tumbuh kembang kecerdasan masyarakat Indonesia masih tertinggal jauh dan jumlah doktor Indonesia juga masih minim.
"Ini harus diperhatikan agar Indonesia bisa bersaing di kancah internasional. Sehingga banyak persoalan-persoalan yang kita hadapi sebelum kita bicara siapa itu yang harus kita pikirkan," ujar Hasto.