Pentingnya Mengisi Saf Pertama dalam Salat Berjamaah
Andi Muhammad
Rabu, 16 November 2022 - 10:40 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Ketika kita hendak melaksanakan ibadah salat berjamaah, imam selalu mengimbau untuk mengisi deretan saf pertama terlebih dahulu. Karena jika saf pertama belum sempurna dan sudah membuat saf selanjutnya, maka hukumnya makruh.
Hal tersebut disampaikan pendakwah Ustaz Buya Yahya. Dia menjelaskan bahwa para ulama berpendapat, jika saf pertama belum terisi sempurna kemudian salat dijalankan maka akan mengakibatkan pahala jamaah hilang.
"Jadi sempurnakan saf pertama dulu baru membuat saf kedua, dirapatkan barisannya," kata Buya Yahya dikutip di kanal Al-Bahjah TV, Rabu (16/11/2022).
Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah ini mengatakan, jika seluruh mukmin mengetahui keutamaan menyambut seruan azan dan bergegas merapatkan saf pertama. Maka mereka akan berbondong-bondong mengisi saf tersebut.
Baca Juga: Ustaz Firanda: Para Malaikat Mendoakan Orang yang Salat Berjamaah
"Gambarannya adalah orang mengerti keutamaannya saf yang pertama, lalu mendengar azan dan berbondong-bondong sampai ribut sehingga tidak bisa mengatur barisan kecuali pakai diundi," ujarnya.
Berikut hadis yang dikutip Buya, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Hal tersebut disampaikan pendakwah Ustaz Buya Yahya. Dia menjelaskan bahwa para ulama berpendapat, jika saf pertama belum terisi sempurna kemudian salat dijalankan maka akan mengakibatkan pahala jamaah hilang.
"Jadi sempurnakan saf pertama dulu baru membuat saf kedua, dirapatkan barisannya," kata Buya Yahya dikutip di kanal Al-Bahjah TV, Rabu (16/11/2022).
Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah ini mengatakan, jika seluruh mukmin mengetahui keutamaan menyambut seruan azan dan bergegas merapatkan saf pertama. Maka mereka akan berbondong-bondong mengisi saf tersebut.
Baca Juga: Ustaz Firanda: Para Malaikat Mendoakan Orang yang Salat Berjamaah
"Gambarannya adalah orang mengerti keutamaannya saf yang pertama, lalu mendengar azan dan berbondong-bondong sampai ribut sehingga tidak bisa mengatur barisan kecuali pakai diundi," ujarnya.
Berikut hadis yang dikutip Buya, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: