Pinjol Jerat Mahasiswa, Murniati: Miris Padahal Al-Quran Sudah Ingatkan Hati-Hati
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 17 November 2022 - 11:10 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Fenomena ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB University) terjerat pinjaman online (pinjol) membuat miris.
Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin mengaku miris karena fenomena ini terjadi justru dari kelompok yang dekat dengan institusi pendidikan.
Menurut dia pinjol saat ini memang semakin marak karena terdapat digitalisasi yang terjadi disektor keuangan. Selain itu, terdapat kebutuhan.
Ketika orang merasa nyaman dengan fasilitas digitalisasi dan kemudahan berkomunikasi serta bertransaksi, hal ini lantas digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Baca juga:Pinjol Sasar Mahasiswa, Gus Muhaimin: Tingkatkan Literasi Finansial
Untuk kasus mahasiswa IPB ini pastinya banyak yang bertanya-tanya lantaran terjadi pada orang yang berpendidikan. Beda halnya kasus sebelumnya yang banyak menjerat ibu rumah tangga, tukang ojek ataupun orang-orang yang terdesak kebutuhannya.
Menurut dia, hal ini terjadi pada mahasiswa karena keinginan mereka untuk memiliki sesuatu cukup tinggi.
Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin mengaku miris karena fenomena ini terjadi justru dari kelompok yang dekat dengan institusi pendidikan.
Menurut dia pinjol saat ini memang semakin marak karena terdapat digitalisasi yang terjadi disektor keuangan. Selain itu, terdapat kebutuhan.
Ketika orang merasa nyaman dengan fasilitas digitalisasi dan kemudahan berkomunikasi serta bertransaksi, hal ini lantas digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Baca juga:Pinjol Sasar Mahasiswa, Gus Muhaimin: Tingkatkan Literasi Finansial
Untuk kasus mahasiswa IPB ini pastinya banyak yang bertanya-tanya lantaran terjadi pada orang yang berpendidikan. Beda halnya kasus sebelumnya yang banyak menjerat ibu rumah tangga, tukang ojek ataupun orang-orang yang terdesak kebutuhannya.
Menurut dia, hal ini terjadi pada mahasiswa karena keinginan mereka untuk memiliki sesuatu cukup tinggi.