LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena ratusan
mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB University) terjerat pinjaman online (pinjol) membuat miris.
Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin mengaku miris karena fenomena ini terjadi justru dari kelompok yang dekat dengan institusi pendidikan.
Menurut dia
pinjol saat ini memang semakin marak karena terdapat digitalisasi yang terjadi disektor keuangan. Selain itu, terdapat kebutuhan.
Ketika orang merasa nyaman dengan fasilitas digitalisasi dan kemudahan berkomunikasi serta bertransaksi, hal ini lantas digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Baca juga: Pinjol Sasar Mahasiswa, Gus Muhaimin: Tingkatkan Literasi FinansialUntuk kasus mahasiswa IPB ini pastinya banyak yang bertanya-tanya lantaran terjadi pada orang yang berpendidikan. Beda halnya kasus sebelumnya yang banyak menjerat ibu rumah tangga, tukang ojek ataupun orang-orang yang terdesak kebutuhannya.
Menurut dia, hal ini terjadi pada mahasiswa karena keinginan mereka untuk memiliki sesuatu cukup tinggi.
"Ternyata ini digunakan oleh orang-orang dikalangan mahasiswa yang memang kalau kita lihat walaupun berpendidikan tetapi keinginannya untuk memiliki sesuatu cukup tinggi," ujar Murniati dalam kajian bertajuk Pinjol Menjerat Mahasiswa, Kok Bisa? Rabu (16/11/2022)
Dia melanjutkan, jika dilihat Al-Quran tidak jauh-jauh sebab hal ini sudah disiapkan untuk mengingatkan kepada hamba Allah asalkan selalu mentabburi Al-Quran.
"Dan memang bukan hanya tahsinnya saja kita perbaiki tetapi juga bagaimana kita naik tingkat ke tahfidznya, terjemahannya, tafsirnya sehingga ke tadbirnya. Tadbir inilah yang harus di kedepankan karena kita harus praktekkan walaupun satu ayat," katanya.
Misal dalam surat Al-Isra ayat 64, yang menceritakan bagaimana iblis dikutuk oleh Allah karena tidak mau sujud dihadapan Adam.
Adapun isi suratnya, "Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka. Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka." (QS.Al-Isra: 64).
Baca Juga: 5 Ciri Investasi Bodong Menurut Kriteria OJK dan KemenkeuMurniati berpendapat seharusnya umat muslim mentadaburi ayat tersebut, serta berfikir bahwa Allah SWT mengucapkan harta, anak dan janji-janji. Itu berarti hal tersebut merupakan tempatnya iblis untuk masuk menggoda umat manusia.
Maka itu, kejadian yang menimpa mahasiswa IPB University tentunya Allah SWT sudah mengingatkan untuk hati-hati pada janji-janji setan.
"Kan mahasiswa kemarin di janji-janjikan tu, misal pinjam dulu di
pinjol nanti kamu beli barang, terus nanti kamu dapat komisi 10 persen. Mereka langsung tertarik, padahal itu sudah sangat riba. Karena pinjam dengan pinjol itu sudah ada akadnya. Akadnya batil, walaupun dengan akad berapapun tetaplah akadnya batil karena ada unsur riba disana," tutur Murniati.
"Setelah meminjam itu, dibelikan barang. Barangnya itu yang gharar, tidak jelas. Terus dijanjikan juga komisi. Nah, ini jadi satu hal yang sebenarnya kalau kita berinvestasi atau kita mendapatkan janji-janji seperti ini harusnya kita berfikir ulang. Sepertinya ada yang tidak beres, apalagi kalau sudah bertentangan dengan akad-akad syariah," imbuhnya.
(sof)