LANGIT7.ID-Jakarta; Fenomena gagal bayar (galbay) di layanan pinjaman online atau peer to peer (P2P) lending kini semakin marak. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang menawarkan “jasa hapus utang” dengan iming-iming bisa meringankan beban cicilan. Namun, Perencana Keuangan Senior sekaligus Pendiri IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, mengingatkan bahwa praktik tersebut hanyalah modus penipuan.
Menurut Akbar, galbay merupakan masalah serius dengan konsekuensi panjang. Bukan hanya berdampak pada finansial, tetapi juga merusak reputasi hingga menimbulkan masalah sosial. Di tengah situasi ini, muncul tawaran menggiurkan dari pihak tak bertanggung jawab yang mengklaim bisa menghapuskan utang.
“Kalau ada orang yang ngaku-ngaku bisa, pokoknya utangnya berapa tiga puluh juta, lalu dibilang cukup bayar sepuluh juta sisanya hilang, itu menipu. Hati-hati jangan percaya,” tegas Akbar dalam acara media gathering di Aroem Mahakam Resto, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: IARFC Peringatkan Bahaya Galbay, Dorong Generasi Muda Bangun Reputasi FinansialIa menambahkan, banyak kasus di mana masyarakat justru menjadi korban. Mereka sudah mengeluarkan uang, tetapi utang pokok tetap tercatat, sementara pihak yang menawarkan jasa justru kabur tanpa jejak.
Akbar menekankan bahwa semua catatan galbay tetap akan tercatat di sistem resmi, baik SLIK maupun credit scoring. Artinya, tidak ada jalan pintas untuk menghapus jejak gagal bayar karena sistem keuangan selalu merekam setiap riwayat kredit.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk menghadapi masalah secara langsung dengan lembaga keuangan resmi. Restrukturisasi, menurutnya, merupakan satu-satunya opsi realistis yang bisa membantu meringankan cicilan dan menyesuaikan dengan kemampuan debitur.
“Hidup itu naik turun. Kalau ada masalah keuangan, lebih baik datang ke pemberi pinjaman daripada kabur. Nggak ada yang menang kalau kita lari dari kewajiban,” ujar Akbar.
Ia menegaskan, literasi keuangan menjadi kunci untuk menghindari jebakan-jebakan semacam ini. Generasi muda, terutama, harus lebih berhati-hati agar tidak tergoda pinjaman cepat tanpa memperhitungkan kemampuan membayar. Sebab, galbay bukan jalan keluar, melainkan sumber masalah baru yang dapat menghancurkan masa depan.
(lam)