GoTo PHK 1.300 Karyawan, Indef: Akan Berlanjut di 2023
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 18 November 2022 - 20:27 WIB
GoTo PHK 1.300 Karyawan. (Foto: Istimewa)
Ribuan karyawan start-up, GoTo Gojek Tokopedia, harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu akibat dampak perekonomian global yang semakin suram.
Setidaknya, ada dua raksasa perusahaan rintisan di Tanah Air yang melakukan PHK massal terhadap karyawannya. Di antaranya Goto yang melakukanPHK terhadap 1.300 karyawan dan Ruangguru kepada ratusan karyawannya, pada hari ini, Jumat (18/11/2022).
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha memprediksi bahwa akan ada PHK lanjutan dari perusahaan rintisan lainnya jelang akhir tahun hingga di tahun 2023 mendatang.
"PHK massal ini sebetulnya sudah dapat diprediksi dan bukan hal yang mengagetkan. Itu karena startup lainnya juga sudah, sedang, dan akan melakukan PHK," kata dia kepada Langit7, Jumat (18/11/2022).
Menurutnya, keputusan yang ditempuh GoTo dan Ruangguru akan melanda startup lain di Tanah Air. Terutama bagi perusahaan rintisan yang belum memiliki kemandirian finansial.
"Ke depan masih akan ada PHK dari startup lainnya. Sebab, langkah antisipasi startup dalam menghadapi krisis ekonomi global memang belum bisa menjadi solusi," katanya.
Dia mengungkapkan, pihak GoTo sebelumnya telah mengambil langkah antisipasi dengan menekan biaya komisi. Namun, hal itu belum cukup untuk mempertahankan finansial perusahaan tetap stabil.
Setidaknya, ada dua raksasa perusahaan rintisan di Tanah Air yang melakukan PHK massal terhadap karyawannya. Di antaranya Goto yang melakukanPHK terhadap 1.300 karyawan dan Ruangguru kepada ratusan karyawannya, pada hari ini, Jumat (18/11/2022).
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha memprediksi bahwa akan ada PHK lanjutan dari perusahaan rintisan lainnya jelang akhir tahun hingga di tahun 2023 mendatang.
"PHK massal ini sebetulnya sudah dapat diprediksi dan bukan hal yang mengagetkan. Itu karena startup lainnya juga sudah, sedang, dan akan melakukan PHK," kata dia kepada Langit7, Jumat (18/11/2022).
Menurutnya, keputusan yang ditempuh GoTo dan Ruangguru akan melanda startup lain di Tanah Air. Terutama bagi perusahaan rintisan yang belum memiliki kemandirian finansial.
"Ke depan masih akan ada PHK dari startup lainnya. Sebab, langkah antisipasi startup dalam menghadapi krisis ekonomi global memang belum bisa menjadi solusi," katanya.
Dia mengungkapkan, pihak GoTo sebelumnya telah mengambil langkah antisipasi dengan menekan biaya komisi. Namun, hal itu belum cukup untuk mempertahankan finansial perusahaan tetap stabil.