MUI: Zakat Bisa Jadi Solusi Hadapi Resesi Ekonomi
Muhajirin
Sabtu, 19 November 2022 - 16:32 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menilai zakat bisa menjadi solusi menghadapi resesi ekonomi. Sebab, zakat bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
Menurut KH Marsuki perekonomian global saat ini tengah berada di pinturesesi. Salah satu penyebabnya adalah konflik Rusia-Ukraina. Konflik tersebut memicu krisis pangan dan energi global.
Krisis itu sedikit banyak berdampak ke Indonesia. Akan tetapi, zakat memiliki peran penting dalam menghadapi krisis tersebut. Keberadaan zakat akan meningkatkan sisi demand, sehingga tumbuh sisi supply (penawaran).
Baca juga:Wapres Serahkan Bantuan Baznas Microfinance Masjid di Jawa Tengah
“Zakat, infak, dan sedekah ini di dalam ekonomi termasukdemand side(sisi permintaan), kita perlu meningkatkan demand dulu baru kemudian supply akan tumbuh, pemerintah perlu meningkatkansisi demandini untuk menumbuhkan ekonomi dan mengurangi dampak buruk konflik maupun resesi ekonomi,” kata KH Marsudi dalam acara Muntaha Sanawi ke-2 Dewan Pengawas Syariah Lembaga Amil Zakat (DPS LAZ) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, dikutip Sabtu (19/11/2022).
Menurut KH Marsudi, perlu pengelolaan zakat yang lebih serius untuk meningkatkan peran tersebut. Selama ini, kata dia, masih ada pencatatan ganda terkait realisasi zakat, sehingga data yang ada belum menggambarkan kondisi sebenarnya.
“Syukur-syukur kalau kita mempunyai data pengelolanya, sehingga muncul laporan yang terpercaya, agar nantinya data terkait zakat benar-benar memperlihatkan kondisi zakat di Indonesia. Kalau ternyata realisasinya masih kurang banyak, berarti pemerintah kurang sosialisasinya,” ujarnya.
Menurut KH Marsuki perekonomian global saat ini tengah berada di pinturesesi. Salah satu penyebabnya adalah konflik Rusia-Ukraina. Konflik tersebut memicu krisis pangan dan energi global.
Krisis itu sedikit banyak berdampak ke Indonesia. Akan tetapi, zakat memiliki peran penting dalam menghadapi krisis tersebut. Keberadaan zakat akan meningkatkan sisi demand, sehingga tumbuh sisi supply (penawaran).
Baca juga:Wapres Serahkan Bantuan Baznas Microfinance Masjid di Jawa Tengah
“Zakat, infak, dan sedekah ini di dalam ekonomi termasukdemand side(sisi permintaan), kita perlu meningkatkan demand dulu baru kemudian supply akan tumbuh, pemerintah perlu meningkatkansisi demandini untuk menumbuhkan ekonomi dan mengurangi dampak buruk konflik maupun resesi ekonomi,” kata KH Marsudi dalam acara Muntaha Sanawi ke-2 Dewan Pengawas Syariah Lembaga Amil Zakat (DPS LAZ) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, dikutip Sabtu (19/11/2022).
Menurut KH Marsudi, perlu pengelolaan zakat yang lebih serius untuk meningkatkan peran tersebut. Selama ini, kata dia, masih ada pencatatan ganda terkait realisasi zakat, sehingga data yang ada belum menggambarkan kondisi sebenarnya.
“Syukur-syukur kalau kita mempunyai data pengelolanya, sehingga muncul laporan yang terpercaya, agar nantinya data terkait zakat benar-benar memperlihatkan kondisi zakat di Indonesia. Kalau ternyata realisasinya masih kurang banyak, berarti pemerintah kurang sosialisasinya,” ujarnya.