Terpilih Lagi Jadi Ketum, Haedar Nashir: Kepemimpinan Kolektif
Ahmad jilul qurani farid
Ahad, 20 November 2022 - 13:35 WIB
Terpilih Lagi Jadi Ketum, Haedar Nashir: Kepemimpinan Kolektif. (Foto: Langit7/Ahmad Farid).
Haedar Nashir terpilih kembali dan ditetapkan sebagai ketua umum periode 2022-2027. Keputusan ini berdasarkan hasil musyawarah 13 anggota PP Muhammadiyah.
Tak hanya Haedar, Abdul Mu'ti kembali ditetapkan menjadi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Penetapan keduanya, dilakukan pada sidang Pleno VIII di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ahad (20/11/2022).
Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022-2027, Haedar menyampaikan bahwa amanah diemban bersama 13 orang terpilih secara kolektif kolegial sebagai bagian dari sistem kepemimpinan di persyarikatan.
"Saya sebagai ketum posisinya hanya sejengkal didepankan dan seiinci ditinggikan, tetapi pada intinya tetap pada kolektif kolegial dan sesuai sistem persyarikatan," tegas Haedar.
Baca Juga: Sah! Duet Haedar-Mu'ti Kembali Pimpin Muhammadiyah 5 Tahun Lagi
Haedar juga menyampaikan bahwa kepemimpinan di Muhammadiyah adalah satu mata rantai terstruktur dengan pimpinan wilayah, daerah, cabang hingga ranting.
"Maka kepemimpinan kami harus mampu memobilisasi seluruh gerak kepemimpinan secara nasional yang setelah muktamar ini akan diikuti oleh seluruh musyawarah baik ranting, cabang, daerah, wilayah. Itu memberi peluang untuk bersama-sama secara nasional untuk menjalankan program sesuai keputusan muktamar ini," jelas Haedar.
Tak hanya Haedar, Abdul Mu'ti kembali ditetapkan menjadi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Penetapan keduanya, dilakukan pada sidang Pleno VIII di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ahad (20/11/2022).
Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022-2027, Haedar menyampaikan bahwa amanah diemban bersama 13 orang terpilih secara kolektif kolegial sebagai bagian dari sistem kepemimpinan di persyarikatan.
"Saya sebagai ketum posisinya hanya sejengkal didepankan dan seiinci ditinggikan, tetapi pada intinya tetap pada kolektif kolegial dan sesuai sistem persyarikatan," tegas Haedar.
Baca Juga: Sah! Duet Haedar-Mu'ti Kembali Pimpin Muhammadiyah 5 Tahun Lagi
Haedar juga menyampaikan bahwa kepemimpinan di Muhammadiyah adalah satu mata rantai terstruktur dengan pimpinan wilayah, daerah, cabang hingga ranting.
"Maka kepemimpinan kami harus mampu memobilisasi seluruh gerak kepemimpinan secara nasional yang setelah muktamar ini akan diikuti oleh seluruh musyawarah baik ranting, cabang, daerah, wilayah. Itu memberi peluang untuk bersama-sama secara nasional untuk menjalankan program sesuai keputusan muktamar ini," jelas Haedar.