home sosok muslim

Guru Bangsa Itu Telah Berpulang: Catatan Murid KH Aceng Zakaria

Selasa, 22 November 2022 - 14:05 WIB
Guru Bangsa Itu Telah Berpulang: Catatan Murid KH Aceng Zakaria. Foto: Istimewa.
Jelang Muktamar Persis ke 16 saya termasuk yang berharap Kiai Aceng Zakaria tidak mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Umum. Pertimbangannya sederhana, beliau (selanjutnya) lebih tepat menempatkan diri sebagai Guru Umat Persis dan juga Guru bangsa.

Oleh: Dr (c) Wildan Hasan, M.Pd

Tidak banyak tokoh yang rela dengan rendah hati untuk tidak lagi berkompetisi di level pimpinan operasional dan berkenan menjadi guru bagi semua. Di antara manusia yang langka itu di level nasional salah satunya BJ Habibie. Beliau terhormat sampai akhir untuk tidak lagi ikut riuh di percaturan politik praktis Tanah Air. Menjadi mata air keteladanan yang tak pernah habis.

Di wilayah keagamaan, saya berharap beliau meneladani atsar Habibie. Syukurlah, Allah takdirkan beliau sesuai harapan saya dengan keputusan beliau tidak mencalonkan diri pada Muktamar lalu. Saya anggap beliau husnul khatimah, terhormat, dan memberikan teladan yang indah bagi generasi muda.

Baca Juga:Innalillahi, Ulama Persis KH Aceng Zakaria Wafat

Setiap orang yang pernah berinteraksi dengan beliau pasti memiliki kenangan masing-masing. Sejak saya menjadi santri beliau di Pesantren Persis 99 Rancabango Garut mulai tahun 1998 kelas dua Muallimin, saya sudah dapat menangkap beliau sebagai pembelajar dan guru sejati. Belajar dan mengajar adalah darah dan nafas hidupnya.

Lebihnya, beliau melanjutkan tradisi Ulama khususnya Ulama Persis, menulis karya ilmiah. Tak kurang dari 103 buku telah ditulisnya. Semua kalangan dari berbagai aliran dan paham keagamaan di Indonesia mengambil manfaat dari karya-karya beliau. Artinya, ke-Ulama-an beliau diakui secara nasional. Bahkan internasional, tatkala kitab monumentalnya, Al Hidayah, mendapatkan apresiasi dari salah seorang Syaikh Universitas Al Azhar Mesir.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya