home global news

Sejarah Gempa Sukabumi-Cianjur Sejak 1844

Selasa, 22 November 2022 - 14:15 WIB
Situasi daerah yang mengalami gempa. Foto: Langit7/iStock.
Gempa di wilayah Sukabumi-Cianjur, Jawa Barat, sejatinya bukan pertama kali terjadi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa yang merusak di kawasan tersebut sudah terjadi sejak 1844.

Kepala Bidang Mitigasi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan penyebab rentetan gempa bumi yang terjadi di Cianjur. Menurutnya, bencana tersebut merupakan jenis gempa tektonik yang dipicu aktivitas sesar aktif.

"Gempa Sukabumi-Cianjur dipicu aktivitas sesar aktif pada zona Sesar Cimandiri. Sesar Cimandiri terdiri atas tiga Segmen Sesar Aktif," ujar Daryono, melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: BMKG Ungkap Alasan Gempa Magnitudo 5,6 di Cianjur Sangat Merusak

Ketiga Sesar Cimandiri tersebut terdiri atas, Segmen Cimandiri (Selatan), Segmen Nyalindung-Cileber (Tengah), dan Segmen Rajamandala (Utara).

Pada gempa bumi di Cianjur (21/11) kemarin merupakan gempa tektonik yang bersumber dari daratan kerak dangkal (Shallow Crustal Earthquake). Jadi energinya dari pusat yang dipancarkan diradiasikan ke permukaan tanah masih kuat.

Oleh karena itu, gempa bumi kerap terjadi di wilayah Cianjur-Sukabumi karena aktivitas sesar aktif. Keberadaan sesar aktif tersebut hingga kini belum diketahui dengan baik karakteristiknya. Adapun lokasinya berada di bagian timur laut zona sesar Cimandiri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sejarah bmkg gempa bumi cianjur
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya