home community

Kopisoda, Istiqomah Mensyiarkan Ajaran KH Sholeh Darat di Era Modern

Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:11 WIB
Komunitas Kopisoda kerap menggelar pengajian ajaran KH Sholeh Darat. (foto: istimewa)
KH Sholeh Darat, semasa hidupnya banyak menulis kitab dalam huruf pegon, atau huruf Jawa. Karya-karya beliau, banyak tersebar di Indonesia, bahkan sampai ke Bombai, India.

Dalam mukadimahnya di setiap kitab yang dikarang, beliau selalu mengatakan, “Ingsun ngarang kitab supoyo wong awam ngerti”, karena saat itu belum banyak yang bisa bahasa Arab.

Sayangnya, di era modern ini, tidak banyak orang yang mengenal kitab-kitab dari sosok yang disebut pernah menjadi guru dari pendiri NU Haddratus Syeikh Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan ini. Melihat realita tersebut, beberapa cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Semarang pun tergerak.

Pada 20 Maret 2016, dibentuklah Komunitas Pencinta mbah Sholeh Darat (Kopisoda). Tidak hanya sebatas kelompok yang mengidolakan, tapi juga merawat dan menyampaikan ajaran beliau. Sebelum ada komunitas ini, para jamaah yang tergabung dalam komunitas ini sudah rutin ikut ngaji kitab beliau di masjid Sholeh Darat.

“Untuk lebih terorganisir dan memiliki wadah, akhirnya kita sepakat untuk membentuk Kopisoda. Kami terus melakukan syiar, Islam nusantara dari masjid ke masjid,” kata Sekretaris Kopisoda Muhammad Ichwan, Selasa (19/8).

Menurut Ichwan, banyak santri yang melupakan kitab dengan pegon, apalagi orang awam. Karena yang diajarkan di pondok pesantren, baik itu Alquran maupun kitab, semuanya menggunakan huruf Arab. Sementara, kitab KH Sholeh Darat menggunakan huruf pegon.

“Sama dengan KH Bisri, orang tua Gus Mus Rembang, juga banyak menulis kitab pegon tapi lebih modern. Kalau Mbah Soleh Darat ini pegon kuno,” ucapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kopisoda komunitas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya