Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home community detail berita

Kopisoda, Istiqomah Mensyiarkan Ajaran KH Sholeh Darat di Era Modern

arif purniawan Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:11 WIB
Kopisoda, Istiqomah Mensyiarkan Ajaran KH Sholeh Darat di Era Modern
Komunitas Kopisoda kerap menggelar pengajian ajaran KH Sholeh Darat. (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Semarang - KH Sholeh Darat, semasa hidupnya banyak menulis kitab dalam huruf pegon, atau huruf Jawa. Karya-karya beliau, banyak tersebar di Indonesia, bahkan sampai ke Bombai, India.
Dalam mukadimahnya di setiap kitab yang dikarang, beliau selalu mengatakan, “Ingsun ngarang kitab supoyo wong awam ngerti”, karena saat itu belum banyak yang bisa bahasa Arab.

Sayangnya, di era modern ini, tidak banyak orang yang mengenal kitab-kitab dari sosok yang disebut pernah menjadi guru dari pendiri NU Haddratus Syeikh Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan ini. Melihat realita tersebut, beberapa cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Semarang pun tergerak.

Pada 20 Maret 2016, dibentuklah Komunitas Pencinta mbah Sholeh Darat (Kopisoda). Tidak hanya sebatas kelompok yang mengidolakan, tapi juga merawat dan menyampaikan ajaran beliau. Sebelum ada komunitas ini, para jamaah yang tergabung dalam komunitas ini sudah rutin ikut ngaji kitab beliau di masjid Sholeh Darat.

Kopisoda, Istiqomah Mensyiarkan Ajaran KH Sholeh Darat di Era Modern

“Untuk lebih terorganisir dan memiliki wadah, akhirnya kita sepakat untuk membentuk Kopisoda. Kami terus melakukan syiar, Islam nusantara dari masjid ke masjid,” kata Sekretaris Kopisoda Muhammad Ichwan, Selasa (19/8).

Menurut Ichwan, banyak santri yang melupakan kitab dengan pegon, apalagi orang awam. Karena yang diajarkan di pondok pesantren, baik itu Alquran maupun kitab, semuanya menggunakan huruf Arab. Sementara, kitab KH Sholeh Darat menggunakan huruf pegon.

“Sama dengan KH Bisri, orang tua Gus Mus Rembang, juga banyak menulis kitab pegon tapi lebih modern. Kalau Mbah Soleh Darat ini pegon kuno,” ucapnya.

Tidak hanya di Semarang saja, Kopisoda sudah bersafari ke masjid beberapa kota di Jateng seperti di Pekalongan, Klaten dan Demak. Pengajian yang dibahas sama, masih seputar kitab-kitab karangan beliau.

Terdekat, ngaji kitab Mbah Sholeh Darat, akan digelar di Masjid AN Nur Nahdlatul Ulama di Jalan Anggraini Raya no 16 RT 06 RW 3 Bulu Lor, Semarang Utara, pada Ahad, 22 Agustus 2021 pukul 09.00-11.00 WIB.

“Kegiatan ngaji, dari masjid satu ke masjid yang lain. Membaca kitab dan pembahasan. Diskusi mengenai pemikiran-pemikiran beliau. Mengumpulkan beberapa kitab yang tercecer,” imbuh Ketua Kopisoda Muh Innamuzzahidin.

Baca juga: Komunitas Gerak Bareng Gagas Program Tetangga Bantu Tetangga

Sejauh ini, Kopisoda sudah bisa mengumpulkan setidaknya 15 kitab karangan Mbah Soleh Darat. 10 di antaranya masih kitab asli tulisan tangan, sedangkan 5 kitab di sudah dicetak ulang oleh penerbit buku Toha Putra Semarang.

Di antaranya, Majmu’ Syariah al Kafiyat lil Awam (280 hlm), berisi pelajaran fiqih ibadah dan akhlaq. Tarjamah Sabilul Abid ala Jauharotut Tauhid (400 hlm) berisi pedoman iman dan tauhid. Kitab Munjiyat, mengambil dari Ihya Ulumiddin (196 hlm), berisi ajaran tasawuf untuk orang awam maupun yang kuat iman.

Kemudian Matan Al Hikam (152 hlm), berisi penjelasan ajaran tasawuf imam Ibnu Athoilah AsSakandary di kitab Al Hikam, berisi bimbingan rohan untuk menempa akhlaq. Dan ke-5,

Sedangkan sisanya, masih kitab asli tulisan tangan, dengan kertas dari Eropa. Seperti Tafsir Faidur Rahman (580 hlm), merupakan tafsir pertama nonArab. Tafsir ini ditulis untuk kado pernikahan RA Kartini dengan Bupati Rembang, sebagai hadiah sang guru kepada murid tercinta sesama warga Mayong, Jepara.


Kemudian Minhajul Atqiya fi Syarhi Ma’rifatil Adzkiya ila Thoriqil Auliya (516 hlm). Kitab ini paling berat, karena berisi bimbingan meniti maqom tertinggi sebagai kekasih Allah SWT. Lalu Almursyidul Wajiz fi Ilmil Quranil Aziz (126 hlm) berisi pelajaran Tajwid dan Akhlaq. Bagaimana membaca Alquran dan meresapi ayat-ayatnya. Guru-guru mbah Soleh Darat disebutkan dalam kitab ini.

Di antaranya tafsir beberapa kitab tersebut masih tersimpan di rumah dzuriyat Mbah Sholeh Darat di Jalan Petek Semarang. Sedangkan, sisanya dirawat oleh Kopisoda.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)