home wirausaha syariah

MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (11) | Komut BSI Mulya E Siregar: Masyarakat Harus Open Mind Melihat Bank Syariah

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 06:00 WIB
Mulya Effendi Siregar, Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Foto: LANGIT7.ID/ Dok Pribadi
Perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Awal Februari 2021, menjadi sejarah emas atas lahirnya lembaga keuangan syariah besar hasil merger tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah. Namanya, Bank Syariah Indonesia atau disingkat BSI.

Setelah mendapat dukungan penuh dari pemerintah, giliran masyarakat yang mengeksekusi.Tentu BSI harus menunjukkan performa terbaik dan masyarakat semakin melek dengan manfaat Bank Syariah. Dengan begitu, bukan hal yang tak mungkin, ke depan bisa saja "Syariah First" menjadi tren baru.

Bank Syariahtidak semata dilihat dari sisi spiritual values, tetapi juga dari sisi fungsional/rasional yang bermanfaat bagi nasabah dan mitra. Misalnya, BSI sudah berkomitmen melayani 24 jam kebutuhan muslim dan nonmuslim, membawa UMKM naik kelas dengan berbagai pilot project, dan memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai life cycle transaksi harian, investasi, halal travelling, e-commerce, dan lainnya.

Di lain sisi, masyarakat juga harus open mind melihat Bank Syariah sebagai economic tools, lebih aman, adil dalam bagi hasil, dan terhindar dari market risk. Apa sih bedanya antara yang konvensional dan syariah? Selengkapnya, berikut penjelasan Mulya Effendi Siregar, Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada Zulkarmedi Siregar dari LANGIT7.ID:

Apa saja target BSI di tahun 2021 dan tahun depan?

Target BSI secara keuangan dapat kami sampaikan, aset tumbuh dari Rp239,6 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp247,6 triliun pada Desember 2021. Saat Mei 2021, telah mencapai Rp243,3 triliun (98,2% dari target akhir tahun). Diperkirakan target Aset pada akhir tahun Insya Allah dapat terlampaui.

Dari sisi pembiayaan tumbuh dari Rp156,5 triliun pada Desember 2020, menjadi Rp166,9 triliun pada Desember 2021. Pada Mei 2021 ini, sudah mencapai Rp160,1 triliun (95,9% dari target akhir tahun). DPK tumbuh dari Rp212,6 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp216,4 triliun pada Desember 2021, saat Mei 2021 telah mencapai Rp212,6 triliun (98,2% dari target akhir tahun). Diperkirakan target DPK pada akhir tahun Insya Allah dapat juga terlampaui.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bsi bank syariah 1 muharram wawancara khusus mulya e siregar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya