Rumah Tradisional Cenderung Tahan Gempa, Ini Penjelasan Ahli
Andi Muhammad
Ahad, 27 November 2022 - 10:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Rumah tradisional Indonesia dinilai sangat tahan terhadap guncangan gempa. Hal tersebut dikarenakan gaya arsitekturnya berupa rumah panggung dengan material kayu.
Melansir laman Kemendikbud, adapun rumah tradisional Kampung Wana dengan arsitektur rumah panggung dengan tambahan pondasi umpak batu. Umpak batu tersebut berfungsi sebagai media perataan beban yang di atasnya dan juga sebagai media pemisah antara material kayu dengan tanah agar tidak cepat terjadi kerusakan.
Sebab itu, dengan adanya tinng penyangga dan umpak batu pada rumah tradisional tersebut dapat meredam guncangan gempa serta mengurangi gerakan tanah terhadap struktur bangunan di atasnya sehingga bangunan tersebut mampu berdiri kokoh.
Baca Juga:LPB MUI Gandeng Indonesia Care dan MDMC Dirikan Masjid Darurat di Cianjur
Hal ini terbukti di kawasan Provinsi Lampung sempat diguncang gempa dengan skala yang cukup besar. Kendati demikian, rumah tradisional Kampung Wana yang memiliki arsitektur sebagaimana mana rumah tradisional pada umumnya itu tidak serta merta runtuh begitu saja.
Sejumlah rumah tradisional tersebut masih berdiri kokoh, namun akibat guncangan yang cukup besar membuat rumah tradisional tersebut mengalami persegeseran beberapa centimeter dari titik awal semula.
Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), rumah adat tradisional kerap menggunakan material kayu atau bambu yang mana memiliki kelenturan terhadap guncangan gempa. Oleh karena itu, rumah-rumah tradisional zaman dulu tidak gampang runtuh akibat guncangan gempa alias tahan terhadap gempa.
Melansir laman Kemendikbud, adapun rumah tradisional Kampung Wana dengan arsitektur rumah panggung dengan tambahan pondasi umpak batu. Umpak batu tersebut berfungsi sebagai media perataan beban yang di atasnya dan juga sebagai media pemisah antara material kayu dengan tanah agar tidak cepat terjadi kerusakan.
Sebab itu, dengan adanya tinng penyangga dan umpak batu pada rumah tradisional tersebut dapat meredam guncangan gempa serta mengurangi gerakan tanah terhadap struktur bangunan di atasnya sehingga bangunan tersebut mampu berdiri kokoh.
Baca Juga:LPB MUI Gandeng Indonesia Care dan MDMC Dirikan Masjid Darurat di Cianjur
Hal ini terbukti di kawasan Provinsi Lampung sempat diguncang gempa dengan skala yang cukup besar. Kendati demikian, rumah tradisional Kampung Wana yang memiliki arsitektur sebagaimana mana rumah tradisional pada umumnya itu tidak serta merta runtuh begitu saja.
Sejumlah rumah tradisional tersebut masih berdiri kokoh, namun akibat guncangan yang cukup besar membuat rumah tradisional tersebut mengalami persegeseran beberapa centimeter dari titik awal semula.
Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), rumah adat tradisional kerap menggunakan material kayu atau bambu yang mana memiliki kelenturan terhadap guncangan gempa. Oleh karena itu, rumah-rumah tradisional zaman dulu tidak gampang runtuh akibat guncangan gempa alias tahan terhadap gempa.