home home & garden

Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa

Senin, 28 November 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi rumah bambu dan kayu. Foto: Istimewa
Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 21 November 2022. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 321 warga meninggal dunia dan 62.628 rumah rusak akibat gempa tersebut.

Konstruksi bangunan menjadi penyebab banyaknya korban jiwa akibat gempa bumi Cianjur. Menurut Profesor Riset BRIN bidang Ilmu Kebumian, Danny Hilman Natawidjaja, kebanyakan rumah di Indonesia memiliki struktur bangunan yang tidak tahan gempa.

"Kebanyakan kerusakan terjadi penyebabnya adalah struktur bangunan yang tidak tahan gempa. Strukturnya tidak baik,” jelas Danny, dikutip dari laman BRIN, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Tips Membangun Rumah Tahan Gempa, Bisa Manfaatkan Bahan Dari Alam

Lalu, bagaimana seharusnya membangun rumah yang tahan gempa?

Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Arsitektur Indonesia Ariko Andikabina menyebut rumah yang terbuat dari kayu dan bambu cenderung lebih tahan gempa, dibanding hunian berbahan batu.

Kepada Langit7, Ariko menjelaskan ada dua tipe konstruksi untuk membangun sebuah rumah yakni kering dan basah. Konstruksi basah diperuntukkan untuk rumah batu yang memakai semen, batu bata, dan lainnya. Sementara, konstruksi kering adalah rumah yang dibangun dari bambu dan kayu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
rumah tahan gempa rumah kayu rumah bambu arsitek
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya