Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home home & garden detail berita

Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa

Fifiyanti Abdurahman Senin, 28 November 2022 - 17:00 WIB
Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa
Ilustrasi rumah bambu dan kayu. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 21 November 2022. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 321 warga meninggal dunia dan 62.628 rumah rusak akibat gempa tersebut.

Konstruksi bangunan menjadi penyebab banyaknya korban jiwa akibat gempa bumi Cianjur. Menurut Profesor Riset BRIN bidang Ilmu Kebumian, Danny Hilman Natawidjaja, kebanyakan rumah di Indonesia memiliki struktur bangunan yang tidak tahan gempa.

"Kebanyakan kerusakan terjadi penyebabnya adalah struktur bangunan yang tidak tahan gempa. Strukturnya tidak baik,” jelas Danny, dikutip dari laman BRIN, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Tips Membangun Rumah Tahan Gempa, Bisa Manfaatkan Bahan Dari Alam

Lalu, bagaimana seharusnya membangun rumah yang tahan gempa?

Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Arsitektur Indonesia Ariko Andikabina menyebut rumah yang terbuat dari kayu dan bambu cenderung lebih tahan gempa, dibanding hunian berbahan batu.

Kepada Langit7, Ariko menjelaskan ada dua tipe konstruksi untuk membangun sebuah rumah yakni kering dan basah. Konstruksi basah diperuntukkan untuk rumah batu yang memakai semen, batu bata, dan lainnya. Sementara, konstruksi kering adalah rumah yang dibangun dari bambu dan kayu.

"Konstruksi kering, dalam kaitannya rumah Indonesia, cenderung lebih tahan gempa. Karena pengetahuan kita dari konstruksi kering itu sudah panjang dari ratusan tahun. Sistem konstruksinya cenderung lebih aman ketika gempa, karena dia bergerak menyesuaikan gerakan gempa jadi tidak roboh. Jadi kecenderungannya lebih aman ketimbang rumah batu," lanjut pria kelahiran 1979 itu.

Baca juga: Langkah-Langkah Bangun Rumah Tahan Gempa, Sederhana tapi Kokoh

Menurut Ariko permasalahan yang kerap dialami oleh rumah konstruksi basah adalah dibuat dengan tidak memperhatikan gaya gempa atau gaya horizontal.

"Gaya horizontal itu isunya ada di fungsi. Sering kali yang jadi masalah adalah ketika bikin rumah terus pembesian seadanya saja. Seringkali basisnya dengan alasan biasanya tidak apa-apa. Kalau dibilang berdiri ya berdiri, tetapi kalau ada gempa itu akan ada isu yang lain," ucapnya.

Dia menyimpulkan letak permasalahan pada konstruksi basah terdapat pada besinya. Jebolan Universitas Muhammadiyah Jakarta itu beranggapan seringkali besi yang digunakan untuk membuat rumah hanya sekedarnya.

"Kalau kita lihat pada patahan rumah itu, selalu ada di tanda pembesian yang tidak baik. Kebanyakan rumah yang runtuh di Indonesia karena pembesian rumah dan sistem strukturnya dibuat tidak sesuai kaidah, jadi begitu," tuturnya.

Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa
Konstruksi kering atau rumah berbahan semen dan batu bata saat gempa di Lombok. Foto: dok Ariko Andikabina

Ariko menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena pembangunan properti tanpa didampingi ahli. Sehingga pembangunan hanya asal memasang bata sesuai yang diketahui masyarakat pada umumnya.

"Padahal, harusnya pada tiang, balok, betonnya dan lainnya harus sesuai ukuran terlebih pada pembesian.

Baca juga: Ingin Rumah Tahan dari Gempa? Perhatikan Kunci Utamanya

Lebih lanjut Ariko menjelaskan pembesian rumah yang sesuai kaidah tergantung pada desain. Umumnya yang terjadi, pembangunan rumah menggunakan besi yang terlalu kecil.

Kemudian, sambung Ariko, yang kedua jarak antar gelang (pembesian) yang terlalu jauh juga menjadi penyebabnya. Posisi gelang yang terlalu jauh mengakibatkan besi bengkok karena tidak kuat menahan beban bangunan yang goyang saat terjadi gempa.

"Karena besinya patah ya sudah dinding-dinding yang menumpuk di atasnya atau di sampingnya itu terhubung. Nah jadi bahaya kalau orang di dalamnya tertimpa rubuhan itu," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)