Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home home & garden detail berita

Kenapa Rumah di Jepang Tahan Gempa? Arsitek: Pakai Konstruksi Kering

Fifiyanti Abdurahman Senin, 28 November 2022 - 20:19 WIB
Kenapa Rumah di Jepang Tahan Gempa? Arsitek: Pakai Konstruksi Kering
Deretan rumah tradisional di Prefektur Gifu, Jepang. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Bangunan Indonesia masih rentan terhadap gempa. Hal ini terlihat dari banyaknya rumah atau bangunan yang rusak parah akibat gempa yang melanda Indonesia termasuk ketika di Cianjur, Jawa Barat pada Senin 21 November lalu.

Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Arsitektur Indonesia Nasional, Ariko Andikabina mengajak masyarakat untuk mencontoh Jepang dalam membuat sebuah bangunan. Alasannya kasus-kasus gempa di Jepang tidak menimbulkan kerusakan parah pada bangunan.

Baca juga: Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa

Menurut Ariko, masyarakat Jepang mempunyai kedisplinan dalam menerapkan standar pembangunan properti. Sementara hal tersebut belum ada di masyarakat Indonesia yang cenderung membangun rumah tanpa standar baku.

"Itu yang tidak ada dari kita. Jadi kalau bikin rumah itu tidak bisa sembarangan. Di kita (Indonesia) basisnya itu reka-rekaan, bukan basis berdasarkan standar. Kalau Jepang semua rumah dihitung secara baik mengikuti standar," ujar Ariko kepada Langit7, Senin (28/11/2022).

Di samping itu, lanjut Ariko, Jepang masih mempertahankan rumah-rumah tradisional yang berbasis kayu atau disebut konstruksi kering. Jenis konstruksi ini cenderung lebih tahan gempa, sebab sambungannya memungkinkan ikut bergoyang sehingga tidak mudah roboh.

"Kalau kita kan tidak. Gaya hidupnya sudah berubah jadi semua rumah batu. Sepertinya kalau rumah batu berarti sudah sejahtera, sementara rumah kayu tidak sejahtera," katanya.

Baca juga: Tips Membangun Rumah Tahan Gempa, Bisa Manfaatkan Bahan Dari Alam

"Ini masalah persepsi. Pokoknya rumah harus bata tidak bisa lagi rumah kayu karena itu dianggap pra sejahtera. Terus karena kemampuan finansialnya mempengaruhi, sebab rumah batu butuh biaya lumayan, akhirnya ya sekedarnya saja. Dan sudah pasti tidak ada arsitek, sudah pasti tidak ada insinyur sipil. Basisnya ya sudah kira-kira saja," imbuh Ariko.

Padahal, menurut dia semua harus memiliki kaidah tidak bisa sembarangan. Bahkan dalam menyusun bata pun harus terdapat kaidah.

"Kalau batanya tidak disusun secara teratur, itu akan rentan terhadap patahan ketika gempa," cetusnya.

Baca juga: Langkah-Langkah Bangun Rumah Tahan Gempa, Sederhana tapi Kokoh

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)