Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji meminta pembangunan gedung bertingkat termasuk sekolah di Ibu Kota agar memperhatikan unsur ketahanan gempa.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, ada 17 Risha yang sudah 100 persen selesai dibangun lengkap dengan atap, lantai dan dinding. Ada 67 unit sudah ada atap dan proses pemasangan dinding serta lantai.
Ada 5 kunci utama merancang rumah tahan gempa. Bangunan ini harus memiliki kemampuan meredam getaran akibat gempa bumi, sehingga strukturnya tetap kokoh.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai penyiapan lahan (land clearing) dan pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa bagi warga yang akan direlokasi pascagempa Cianjur, Jawa Barat.
Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Arsitektur Indonesia Nasional, Ariko Andikabina mengajak masyarakat untuk mencontoh Jepang dalam membuat sebuah bangunan. Alasannya kasus-kasus gempa di Jepang tidak menimbulkan kerusakan parah pada bangunan.
Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Arsitektur Indonesia Ariko Andikabina menyebut rumah yang terbuat dari kayu dan bambu cenderung lebih tahan gempa, dibanding hunian berbahan batu.
Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Erwin Rommel, memberikan tips membuat rumah tahan gempa. Tips tersebut bisa digunakan untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa.
Seperti gempa magnitudo 6,6 di Pandeglang, Banten yang mengakibatkan ribuan rumah rusak. Memahami kondisi geografis ini, sudah semestinya masyarakat Indonesia paham akan kontruksi dan pondasi bangunan yang aman saat gempa.