LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 kunci utama merancang
rumah tahan gempa. Bangunan ini harus memiliki kemampuan meredam getaran akibat
gempa bumi, sehingga strukturnya tetap kokoh.
Konstruksi bangunan tahan gempa dirancang dengan pertimbangan tertentu. Bangunan diharapa bisa merespon gempa dengan sikap bertahan dari keruntuhan dan fleksibel untuk meredam getaran.
Selain itu, rumah tahan gempa ini juga merupakan salah satu upaya
mitigasi bencana yang bisa dilakukan. Melansir
CS Engineer Mag, berikut 5 kunci merancang bangunan tahan gempa:
Baca Juga: 4 Bagian Rumah Ini Mesti Dicek usai Gempa, Pastikan Dulu Aman1. FondasiFondasi rumah mesti diperhatikan dengan seksama untuk membuat bangunan tahan gempa. Fondasi rumah mesti dibuat fleksibel sehingga bisa mengikuti getaran yang dihasilkan saat gempa dan mencegah kerusakan bangunan di atasnya.
Salah satu hal yang bisa dilakukan yakni dengan membangun struktur di atas bantalan yang memisahkan bangunan dari tanah. Secara teori, hanya bantalan ini yang bergerak mengikuti getaran gempa, sementara bangunan di atasnya tetap diam.
2. Peredam SeismikPeredam seismik adalah fitur dalam bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah tahan gempa. Umumnya, semakin besar diameter peredam, semakin besar pula gaya yang dapat ditanganinya.
Saat ini, peredam seismik telah dikembangkan dengan menggunakan bahan berbasis fluida. Peredam seismik ini juga berfungsi untuk menyerap energi destruktif dan menopang bangunan sekaligus melindunginya.
3. Mekanisme DrainaseAir yang terkumpul dapat menimbulkan masalah komplikasi struktural. Untuk itu, drainase penting diperhatikan agar dapat membantu bangunan dalam menoleransi gempa bumi.
Secara teori, peluang kerusakan akibat bencana akan lebih besar di tempat-tempat dengan tanah berpasir yang gembur. Itu karena guncangan yang terjadi dapat membuat bangunan tenggelam atau bergerak ke satu sisi.
Parahnya, ketika tanah kembali mengeras setelah gempa bumi, bangunan akan tetap pada posisi setelah bergeser atau miring. Untuk itu memperhatikan mekanisme drainase juga merupakan faktor penting dalam membangun rumah tahan gempa.
4. Penguatan StrukturalArsitek biasanya memiliki metode tertentu untuk memperkuat struktur bangunan yang tahan gempa. Semisal membuat rangka bangunan yang diperkuat dengan menyalurkan gaya lateral, mulai dari bagian fondasi, lantai, dinding, hingga atap.
5. Material Daktilitas MemadaiDaktilitas menggambarkan seberapa baik suatu material dapat menoleransi deformasi plastis sebelum putus. Dengan demikian, material yang memadai dapat menyerap energi dalam jumlah besar tanpa putus.
Baja struktural adalah salah satu material yang paling memadai untuk bangunan tahan gempa, sedangkan batu bata dan beton adalah material dengan daktilitas rendah.
Tentu saja pemahaman lebih lanjut dari 5 kunci bangunan tahan gempa tersebut hanya dikuasai oleh profesional. Namun, Sahabat bisa berkonsultasi kepada arsitek atau insinyur untuk memastikan keseluruhannya dapat diaplikasikan pada bangunan.
(bal)