Menpora Tegaskan Prestasi Olahraga Tak Boleh Halalkan Segala Cara
Fajar adhitya
Kamis, 01 Desember 2022 - 09:35 WIB
Salah satu atlet Indonesia saat mengikuti Sea Games cabor angkat besi (foto: istimewa)
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mewanti-wanti agar pencapaian prestasi olahraga Indonesia murni kerja keras. Dia menegaskan, para atlet dan stakeholder olahraga tak boleh halalkan segala cara demi meraih juara.
Prestasi olahraga Indonesia yang dicapai dari keikutsertaannya pada berbagai kejuaraan tingkat nasional dan internasional harus murni. Menpora Amali ingin capaian prestasi tim Merah-Putih tanpa doping.
“Kita menginginkan prestasi olahraga Indonesia bagus ditingkat dunia. Prestasi didapatkan hasil dari pembinaan dan kerja keras, disiplin, bukan menghalalkan segala cara termasuk doping,” kata Amali, ali saat membuka seminar akbar yang diselenggarakan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) di The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (30/11/2022).
Baca juga:Timnas Inggris Rayakan Tiket 16 Besar Tanpa Minum Alkohol
Menpora Amali berharap, para stakeholder olahraga dan para pimpinan cabang olahraga dapat serius mengikuti seminar ini. Sebab, mereka merupakan ujung tombak dalam cita-cita Indonesia bebas dari doping.
Sebelumnya, WADA pernah membekukan sejumlah hak-hak Indonesia di bidang olahraga di antaranya bendera negara dilarang berkibar ketika atlet Indonesia naik podium saat upacara penyerahan medali. Namun, atas kerja keras seluruh stakeholder olahraga, akhirnya sanksi tersebut dicabut pada 3 Februari 2022.
“Saat Indonesia terkena dari sanksi WADA (Badan Anti-Doping Dunia), baru kita sadar akan pentingnya pemahaman ini. Saya harap sanksi WADA sudah cukup dan mari jadikan pembelajaran,” jelas Menpora Amali.
Prestasi olahraga Indonesia yang dicapai dari keikutsertaannya pada berbagai kejuaraan tingkat nasional dan internasional harus murni. Menpora Amali ingin capaian prestasi tim Merah-Putih tanpa doping.
“Kita menginginkan prestasi olahraga Indonesia bagus ditingkat dunia. Prestasi didapatkan hasil dari pembinaan dan kerja keras, disiplin, bukan menghalalkan segala cara termasuk doping,” kata Amali, ali saat membuka seminar akbar yang diselenggarakan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) di The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (30/11/2022).
Baca juga:Timnas Inggris Rayakan Tiket 16 Besar Tanpa Minum Alkohol
Menpora Amali berharap, para stakeholder olahraga dan para pimpinan cabang olahraga dapat serius mengikuti seminar ini. Sebab, mereka merupakan ujung tombak dalam cita-cita Indonesia bebas dari doping.
Sebelumnya, WADA pernah membekukan sejumlah hak-hak Indonesia di bidang olahraga di antaranya bendera negara dilarang berkibar ketika atlet Indonesia naik podium saat upacara penyerahan medali. Namun, atas kerja keras seluruh stakeholder olahraga, akhirnya sanksi tersebut dicabut pada 3 Februari 2022.
“Saat Indonesia terkena dari sanksi WADA (Badan Anti-Doping Dunia), baru kita sadar akan pentingnya pemahaman ini. Saya harap sanksi WADA sudah cukup dan mari jadikan pembelajaran,” jelas Menpora Amali.