Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Diminta Contoh Qatar Syiarkan Islam
Muhajirin
Kamis, 01 Desember 2022 - 15:30 WIB
Menpora Zainuddin Amali, Ketua PSSI Mochamad Iriawan dan jajarannya memperkenalkan maskot piala dunia u-20 (foto: kemenpora)
Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, mengatakan, Indonesia harus mencontoh Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2023 mendatang. Nilai-nilai Islam dan nilai-nilai budaya Indonesia bisa dimunculkan dalam kompetisi akbar tersebut.
“Jadi apa yang sudah dilakukan oleh pendahulu kita Qatar, dalam keislaman di Piala Dunia 2022 bisa dipertahankan Indonesia pada Piala Dunia U-20 2023 nanti. Ini bisa menjadi harapan baru bagi sepakbola Indonesia. Tunjukkan sepakbola kita ke jalan yang lurus,” kata Akmal dalam Gelora Talks, Rabu sore (30/11/2022).
Tugas tersebut tentu bertumpu pada PSSI sebagai penanggungjawab sepakbola di Tanah Air. Hanya saja, Akmal mengaku belum menyaksikan langkah PSSI dalam mempersiapkan Piala U-20. Tidak ada rencana nilai-nilai yang akan ditonjolkan, baik sebelum dan sesudah kejadian Kanjuruhan beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Dubes RI untuk Qatar: Piala Dunia 2022 Perlihatkan Wajah Islam Sebagai Rahmatan Lil-alamin
“Kalau Qatar dan jauh-jauh hari menolak segala aktivitas LGBT di Piala Dunia, di sini tidak ada sama sekali,” katanya.
PSSI harus meniru diplomasi Islam yang dilakukan Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Ada banyak nilai yang bisa ditiru, seperti larangan minuman alkohol di tempat terbuka, kumpul kebo, hingga LGBT.
“Diplomasi agama yang dilakukan Qatar bisa di-copy paste untuk mengelola pelaksanaan kegiatan Piala Dunia U020. Selain bisa berhasil dalam pelaksanaannya, juga bisa meningkatkan prestasi sepakbola Tanah Air, sehingga mudah-mudahan Piala Dunia U-20 bisa berlanjut dan terlaksana dengan baik,” kata Akmal.
“Jadi apa yang sudah dilakukan oleh pendahulu kita Qatar, dalam keislaman di Piala Dunia 2022 bisa dipertahankan Indonesia pada Piala Dunia U-20 2023 nanti. Ini bisa menjadi harapan baru bagi sepakbola Indonesia. Tunjukkan sepakbola kita ke jalan yang lurus,” kata Akmal dalam Gelora Talks, Rabu sore (30/11/2022).
Tugas tersebut tentu bertumpu pada PSSI sebagai penanggungjawab sepakbola di Tanah Air. Hanya saja, Akmal mengaku belum menyaksikan langkah PSSI dalam mempersiapkan Piala U-20. Tidak ada rencana nilai-nilai yang akan ditonjolkan, baik sebelum dan sesudah kejadian Kanjuruhan beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Dubes RI untuk Qatar: Piala Dunia 2022 Perlihatkan Wajah Islam Sebagai Rahmatan Lil-alamin
“Kalau Qatar dan jauh-jauh hari menolak segala aktivitas LGBT di Piala Dunia, di sini tidak ada sama sekali,” katanya.
PSSI harus meniru diplomasi Islam yang dilakukan Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Ada banyak nilai yang bisa ditiru, seperti larangan minuman alkohol di tempat terbuka, kumpul kebo, hingga LGBT.
“Diplomasi agama yang dilakukan Qatar bisa di-copy paste untuk mengelola pelaksanaan kegiatan Piala Dunia U020. Selain bisa berhasil dalam pelaksanaannya, juga bisa meningkatkan prestasi sepakbola Tanah Air, sehingga mudah-mudahan Piala Dunia U-20 bisa berlanjut dan terlaksana dengan baik,” kata Akmal.