Kawasan Taman Langit Gunung Banyak Ditetapkan Sebagai Shelter Tourism
Hasanah syakim
Jum'at, 02 Desember 2022 - 16:15 WIB
Kawasan Taman Langit Gunung Banyak (foto: kemenparekraf)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan kawasan Taman Langit Gunung Banyak Kota Batu Malang sebagai tempat evakuasi sementara (shelter tourism) apabila terjadi bencana alam.
Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua mengatakan Indonesia berada di daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi, sehingga mempunyai potensi bencana alam yang dinilai cukup besar.
“Kondisi-kondisi ini membuat kita harus bersiap jika suatu saat dihadapkan oleh bencana. Tetapi di dalam persiapannya itu kita gunakan untuk kegiatankepariwisataan," kata Indra dalam keterangan persnya Jum'at (2/12/2022).
Baca juga:4 Syarat Berwisata ke Tempat Ibadah Agama di Luar Islam
Kendati demikian, keberadaan gunung berapi juga menyuguhkan pemandangan alam yang indah, sehingga menjadi daya tarik pariwisata. Termasuk Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Kongo dan Brazil.
Lebih lanjut, Indra menyampaikan ketika terjadi bencana kegiatan kepariwisataan itu menjadi ujung tombak dari penananan darurat kebencanaan.
"Jadi konsep seperti ini adalah pendekatan yang akan kita bangun kedepannya,” ungkapnya.
Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua mengatakan Indonesia berada di daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi, sehingga mempunyai potensi bencana alam yang dinilai cukup besar.
“Kondisi-kondisi ini membuat kita harus bersiap jika suatu saat dihadapkan oleh bencana. Tetapi di dalam persiapannya itu kita gunakan untuk kegiatankepariwisataan," kata Indra dalam keterangan persnya Jum'at (2/12/2022).
Baca juga:4 Syarat Berwisata ke Tempat Ibadah Agama di Luar Islam
Kendati demikian, keberadaan gunung berapi juga menyuguhkan pemandangan alam yang indah, sehingga menjadi daya tarik pariwisata. Termasuk Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Kongo dan Brazil.
Lebih lanjut, Indra menyampaikan ketika terjadi bencana kegiatan kepariwisataan itu menjadi ujung tombak dari penananan darurat kebencanaan.
"Jadi konsep seperti ini adalah pendekatan yang akan kita bangun kedepannya,” ungkapnya.