LANGIT7.ID, Batu - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan kawasan Taman Langit Gunung Banyak Kota Batu Malang sebagai tempat evakuasi sementara (shelter tourism) apabila terjadi bencana alam.
Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua mengatakan Indonesia berada di daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi, sehingga mempunyai potensi bencana alam yang dinilai cukup besar.
“Kondisi-kondisi ini membuat kita harus bersiap jika suatu saat dihadapkan oleh bencana. Tetapi di dalam persiapannya itu kita gunakan untuk kegiatan
kepariwisataan," kata Indra dalam keterangan persnya Jum'at (2/12/2022).
Baca juga: 4 Syarat Berwisata ke Tempat Ibadah Agama di Luar Islam Kendati demikian, keberadaan gunung berapi juga menyuguhkan pemandangan alam yang indah, sehingga menjadi daya tarik pariwisata. Termasuk Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Kongo dan Brazil.
Lebih lanjut, Indra menyampaikan ketika terjadi bencana kegiatan kepariwisataan itu menjadi ujung tombak dari penananan darurat kebencanaan.
"Jadi konsep seperti ini adalah pendekatan yang akan kita bangun kedepannya,” ungkapnya.
Shelter tourism merupakan konsep pariwisata yang terbilang baru, di mana pemerintah melihat adanya potensi yang dapat dikembangkan di sektor pariwisata. Sehingga suatu kawasan tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi sebagai destinasi wisata, tapi juga bisa difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara/akhir.
Dipilihnya Taman Langit Gunung Banyak sebagai pilot project mitigasi bencana, dikarenakan destinasi wisata ini memiliki kelembagaan yang telah memperoleh kepercayaan. Kepercayaan itu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk mengelola lahan kawasan gunung banyak ini seluas 243 hektare.
Ditetapkannya Taman Langit Gunung Banyak juga diproyeksi mampu menarik calon-calon investor, untuk berinvestasi mengembangkan
shelter tourism lebih baik kedepannya.
Baca juga: Kepincut Keramahan Qatar, Turis Florida Terpikir Masuk Islam Salah satu investor yang sudah berencana berinvestasi, yaitu Juragan99 yang akan menyediakan campervan setidaknya ada 10 unit. Kemudian Bobobox juga berencana membangun bobocabin di kawasan Taman Langit Gunung Banyak.
Pengembangan shelter tourism ini juga tentunya mendapat dukungan dari berbagai kementerian/lembaga terkait, seperti KLHK, Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dinas Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kota Batu hingga LMDH Hijau Lestari.
Plh. Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulanggan Bencana (BNPB), Edy Suryawan Purba mengatakan shelter tourism menjadi langkah yang baik untuk penanggulangan bencana di sektor pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq menyampaikan terima kasih kepada Kemenparekraf yang telah memberikan dukungan kepada Kota Batu, dalam rangka pengembangan destinasi wisata.
"Tentunya ini akan bermanfaat bagi kita semua untuk penanggulangan bencana, karena Kota Batu termasuk area rawan bencana. Mudah-mudahan dengan ditetapkannya
Taman Langit Gunung Banyak sebagai
shelter tourism, bencana alam ini bisa kita antisipasi," ujar Arief.
(sof)