Rayakan Hari Persatuan ke-51, UEA Pererat Hubungan dengan Indonesia
Muhajirin
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:45 WIB
Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia dan ASEAN H.E. Abdulla Salem AlDhaheri bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam perayaan Hari Persatuan ke-51(Dok Kedubes UEA)
Kedutaan Uni Emirat Arab (UEA) mengadakan Perayaan Hari Persatuan Ke-51 di Hotel Rafles, Jakarta, pada Senin (5/12/2022). Acara ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi pemerintah Republik Indonesia, juga duta besar negara-negara sahabat.
Dalam sambutannya, Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia dan ASEAN H.E. Abdulla Salem AlDhaheri menyampaikan, Hari Persatuan ke-51 yang menandai berdirinya Federasi Tujuh Emirat.
Sejak didirikan pertama kali pada tanggal 2 Desember 1971, UEA terus bekerja mencapai kemakmuran dan kemajuan, sesuai dengan visi yang dicanangkan pertama kali oleh Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan bersama para pendiri UEA lainnya.
“Perayaan Hari Persatuan ke-51 merupakan kesempatan besar untuk mengenang kembali jasa para pendiri negara, khususnya Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, semoga Allah merahmatinya, yang telah sukses menampilkan UEA sebagai teladan terdepan dalam membela prinsip toleransi, hidup berdampingan secara damai dan mencintai kebaikan untuk seluruh umat manusia,” kata Abdulla Salem AlDhaheri, Senin (5/12/2022).
Baca Juga:Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo Simbol Persahabatan UEA-Indonesia
Sejak pertama kali didirikan pada tanggal 2 Desember 1971, UEA telah meluncurkan sejumlah proyek dan inisiatif strategis dalam “Kerangka Prinsip 50 Tahun Ke Depan” yang berisi sepuluh prinsip yang mewakili strategi UEA selama lima puluh tahun ke depan, dimana ia terus bergerak ke setiap tahap menuju pencapaian dan pembangunan. Prinsip 50 Tahun menguraikan berbagai langkah strategis UEA di bidang ekonomi, politik, dan pembangunan, untuk memperkuat pilar federasi dan membangun ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat yang lebih sejahtera.
Di tingkat eksternal, UEA akan terus menampilkan kebijakan luar negeri yang bertujuan untuk membangun kepentingan bersama negara-negara di kawasan, dalam rangka mempromosikan perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat. Hubungan UEA dengan semua negara dicirikan oleh kesinambungan, moderasi, diplomasi, dan kearifan terlepas dari perkembangan politik, keamanan, ekonomi, dan kesehatan global, kemudian memanfaatkannya dalam menemukan titik temu dalam mengembangkan solusi untuk berbagi problematika regional dan internasional, selain juga dalam rangka mengatasi tantangan dan konflik.
Dalam sambutannya, Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia dan ASEAN H.E. Abdulla Salem AlDhaheri menyampaikan, Hari Persatuan ke-51 yang menandai berdirinya Federasi Tujuh Emirat.
Sejak didirikan pertama kali pada tanggal 2 Desember 1971, UEA terus bekerja mencapai kemakmuran dan kemajuan, sesuai dengan visi yang dicanangkan pertama kali oleh Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan bersama para pendiri UEA lainnya.
“Perayaan Hari Persatuan ke-51 merupakan kesempatan besar untuk mengenang kembali jasa para pendiri negara, khususnya Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, semoga Allah merahmatinya, yang telah sukses menampilkan UEA sebagai teladan terdepan dalam membela prinsip toleransi, hidup berdampingan secara damai dan mencintai kebaikan untuk seluruh umat manusia,” kata Abdulla Salem AlDhaheri, Senin (5/12/2022).
Baca Juga:Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo Simbol Persahabatan UEA-Indonesia
Sejak pertama kali didirikan pada tanggal 2 Desember 1971, UEA telah meluncurkan sejumlah proyek dan inisiatif strategis dalam “Kerangka Prinsip 50 Tahun Ke Depan” yang berisi sepuluh prinsip yang mewakili strategi UEA selama lima puluh tahun ke depan, dimana ia terus bergerak ke setiap tahap menuju pencapaian dan pembangunan. Prinsip 50 Tahun menguraikan berbagai langkah strategis UEA di bidang ekonomi, politik, dan pembangunan, untuk memperkuat pilar federasi dan membangun ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat yang lebih sejahtera.
Di tingkat eksternal, UEA akan terus menampilkan kebijakan luar negeri yang bertujuan untuk membangun kepentingan bersama negara-negara di kawasan, dalam rangka mempromosikan perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat. Hubungan UEA dengan semua negara dicirikan oleh kesinambungan, moderasi, diplomasi, dan kearifan terlepas dari perkembangan politik, keamanan, ekonomi, dan kesehatan global, kemudian memanfaatkannya dalam menemukan titik temu dalam mengembangkan solusi untuk berbagi problematika regional dan internasional, selain juga dalam rangka mengatasi tantangan dan konflik.