Bisnis Sepatu Branded Bekas, Pelaku Usaha: Menjanjikan tapi Berisiko
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 12 Desember 2022 - 13:25 WIB
Pemilik usaha Sepokat Gout, Emir Purnama. Foto: Fifiyanti Abdurahman/Langit7.
Sneakers menjadi salah satu fashion yang banyak diminati, terlebih sepatu branded. Hanya saja untuk memiliki sepatu bermerek, konsumen harus merogoh kocek dalam-dalam.
Melihat peluang tersebut, Founder Sepokat Gout Emir Purnama pun membuka usaha thrift shopatau jual beli produk fashion bekas, termasuk sepatu. Toko yang dibangunnya ini menyediakan sepatu impor dari negara-negara Asia.
Baca juga: 3 Tempat Belanja Barang Bekas Berkualitas di Bandung
Meski di ambil dari negara Asia, Emir sapaan akrabnya mengaku sepatu thrifting yang dimiliki berasal dari Eropa dan Amerika. Hal tersebut terlihat dari ukurannya yang cukup besar.
"Sebenarnya barang-barang ini dari Eropa dan Amerika, karena rata-rata kita dapatnya yang size besar semua, seperti 43, 44 dan 45. Ini juga termasuk risikonya, kita susah mendapatkan size kecil apalagi ukuran perempuan misal 36-40, itu jarang banget. Makanya kalau ada pun, itu cepet ludesnya," ujar Emir saat di temui Langit7 di Jakarta, dikutip Senin (12/12/2022).
Biasanya Emir mendapat barang langsung dari orang pertama. Terkadang ketika terdapat barang yang susah didapat maka ia akan mengambil dari pedagang-pedagang besar yang ada di Indonesia.
"Cuma memang akan lebih mahal, karena sudah di tangan orang kedua," kata pengusaha yang mengaku mencuci sepatu-sepatunya sebelum dijual.
Melihat peluang tersebut, Founder Sepokat Gout Emir Purnama pun membuka usaha thrift shopatau jual beli produk fashion bekas, termasuk sepatu. Toko yang dibangunnya ini menyediakan sepatu impor dari negara-negara Asia.
Baca juga: 3 Tempat Belanja Barang Bekas Berkualitas di Bandung
Meski di ambil dari negara Asia, Emir sapaan akrabnya mengaku sepatu thrifting yang dimiliki berasal dari Eropa dan Amerika. Hal tersebut terlihat dari ukurannya yang cukup besar.
"Sebenarnya barang-barang ini dari Eropa dan Amerika, karena rata-rata kita dapatnya yang size besar semua, seperti 43, 44 dan 45. Ini juga termasuk risikonya, kita susah mendapatkan size kecil apalagi ukuran perempuan misal 36-40, itu jarang banget. Makanya kalau ada pun, itu cepet ludesnya," ujar Emir saat di temui Langit7 di Jakarta, dikutip Senin (12/12/2022).
Biasanya Emir mendapat barang langsung dari orang pertama. Terkadang ketika terdapat barang yang susah didapat maka ia akan mengambil dari pedagang-pedagang besar yang ada di Indonesia.
"Cuma memang akan lebih mahal, karena sudah di tangan orang kedua," kata pengusaha yang mengaku mencuci sepatu-sepatunya sebelum dijual.