Konsep Bandara Pintar Diyakini Bantu Sektor Aviasi dan Pariwisata Rebound
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 22:30 WIB
Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. (foto: iStock)
Implementasi konsep bandara pintar (smart airport) dinilai tepat guna mendorong pertumbuhan sektor aviasi dan pariwisata, Termasuk mendorong pemulihan (rebound) setelah terdampak pandemi Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan para pembicara menyampaikan pandangan mengenai definisi smart airport dan implementasinya dalam webinar Indonesia Smart Airport Forum (ISAF 2021).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan inovasi-inovasi yang dilakukan di sektor penerbangan melalui pengembangan teknologi digital dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi dan pariwisata di tengah pandemi Covid-19.
"Melalui forum ISAF 2021, diharapkan dapat menghasilkan inovasi baru baik dari segi bisnis dan teknologi digitalisasi. Yang dapat dikembangkan dan disinergikan dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi dan pariwisata di Indonesia," kata Menhub dalam keterangan resminya, Sabtu (21/8).
Baca juga:Jelang World Superbike di Mandalika, Sandiaga Kebut Vaksinasi
Di sisi lain, President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan smart airport adalah bandara yang menggunakan teknologi sebagai kunci, mengutamakan otomatisasi, beroperasi efisien, dan mendapat hasil besar dengan hemat biaya operasional.
AP II juga menerapkan konsep Smart and Connected pada pengembangan bandara untuk mendukung visi kami sebagai Smart-Connected Airport Opertaor. Sehingga bandara mengedepankan kolaborasi stakeholder, mengutamakan informasi sebagai kunci utama, beroperasi dengan tangguh di setiap kondisi, dan manajemen yang saling terhubung," ujar Awaluddin.
Hal tersebut diungkapkan para pembicara menyampaikan pandangan mengenai definisi smart airport dan implementasinya dalam webinar Indonesia Smart Airport Forum (ISAF 2021).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan inovasi-inovasi yang dilakukan di sektor penerbangan melalui pengembangan teknologi digital dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi dan pariwisata di tengah pandemi Covid-19.
"Melalui forum ISAF 2021, diharapkan dapat menghasilkan inovasi baru baik dari segi bisnis dan teknologi digitalisasi. Yang dapat dikembangkan dan disinergikan dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi dan pariwisata di Indonesia," kata Menhub dalam keterangan resminya, Sabtu (21/8).
Baca juga:Jelang World Superbike di Mandalika, Sandiaga Kebut Vaksinasi
Di sisi lain, President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan smart airport adalah bandara yang menggunakan teknologi sebagai kunci, mengutamakan otomatisasi, beroperasi efisien, dan mendapat hasil besar dengan hemat biaya operasional.
AP II juga menerapkan konsep Smart and Connected pada pengembangan bandara untuk mendukung visi kami sebagai Smart-Connected Airport Opertaor. Sehingga bandara mengedepankan kolaborasi stakeholder, mengutamakan informasi sebagai kunci utama, beroperasi dengan tangguh di setiap kondisi, dan manajemen yang saling terhubung," ujar Awaluddin.