Outlook 2023
Soal Subsidi Mobil Listrik, Pengamat: Situasi Ekonomi Indonesia Belum Stabil
Ummu hani
Jum'at, 16 Desember 2022 - 15:40 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai rencana subsidi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tidak tepat kerena kondisi perekonomian Indonesia belum stabil akibat pandemi Covid-19 .
Menurutnya, keputusan subsidi EV harus ditunda dan memfokuskan pada infrastruktur.
“Situasi (perekonomian) masih naik turun, beban ekonomi kita masih belum stabil karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. Jadi kebijakan ini sebenarnya belum tepat,” kata Trubus saat dihubungi Langit7.id, Jumat (16/12/2022).
Baca juga:Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Insentif Kendaraan Listrik
Trubus menuturkan, kendaraan listrik di Indonesia saat ini hanya sebagai alternatif karena desakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mahal.
“EV ini hanya karna desakan terhadap BBM yang mahal maka kemudian mobil listrik sebagai alternatif. Artinya subsidi harusnya ditunda karena bukan prioritas,” ucapnya.
Menurut Trubus, jika subsidi harus diadakan pada 2023 harusnya dilakukan bertahap dengan memerhatikan potensi perekonomian Indonesia.
Menurutnya, keputusan subsidi EV harus ditunda dan memfokuskan pada infrastruktur.
“Situasi (perekonomian) masih naik turun, beban ekonomi kita masih belum stabil karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. Jadi kebijakan ini sebenarnya belum tepat,” kata Trubus saat dihubungi Langit7.id, Jumat (16/12/2022).
Baca juga:Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Insentif Kendaraan Listrik
Trubus menuturkan, kendaraan listrik di Indonesia saat ini hanya sebagai alternatif karena desakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mahal.
“EV ini hanya karna desakan terhadap BBM yang mahal maka kemudian mobil listrik sebagai alternatif. Artinya subsidi harusnya ditunda karena bukan prioritas,” ucapnya.
Menurut Trubus, jika subsidi harus diadakan pada 2023 harusnya dilakukan bertahap dengan memerhatikan potensi perekonomian Indonesia.