Outlook 2023
Mimpi Wujudkan Indonesia Pusat Industri Halal Lewat Fesyen Berkelanjutan
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 20 Desember 2022 - 09:31 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, memiliki cita-cita menjadi pusat produsen halal terbesar di dunia. Salah satu cara untuk mewujudkan mimpi tersebut adalah melalui industri fesyen muslim Indonesia.
Agar industri fesyen muslim Indonesia berkembang dibutuhkan ekosistem yang baik dan berkelanjutan. Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengatakan dalam membangun ekosisten fesyen muslim Indonesia diperlukan roadmap berkelanjutan.
Baca juga: IAI Tazkia Roadshow Dorong Pengembangan SDM dan Industri Halal
“Saya minta Menteri Perdagangan dan KADIN ini untuk mengoordinasikan, merangkum semua unsur untuk membangun ekosistem fesyen muslim Indonesia ini, termasuk peta jalannya (roadmap) ke depan secara sustainable (berkelanjutan),” tutur Ma'ruf Amin pada Maret lalu, dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (16/12/2022).
Mengutip ISEF, data The Business Research Company menyebutkan sektor industri fashion menyumbang 1,2 milyar ton gas karbon, dan juga bertanggung jawab atas 35% dari jumlah total limbah microplastic dunia.
Karena itu, gerakan sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan muncul sebagai upaya mengatasi dampak buruk industri ini terhadap lingkungan.
Agar industri fesyen muslim Indonesia berkembang dibutuhkan ekosistem yang baik dan berkelanjutan. Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengatakan dalam membangun ekosisten fesyen muslim Indonesia diperlukan roadmap berkelanjutan.
Baca juga: IAI Tazkia Roadshow Dorong Pengembangan SDM dan Industri Halal
“Saya minta Menteri Perdagangan dan KADIN ini untuk mengoordinasikan, merangkum semua unsur untuk membangun ekosistem fesyen muslim Indonesia ini, termasuk peta jalannya (roadmap) ke depan secara sustainable (berkelanjutan),” tutur Ma'ruf Amin pada Maret lalu, dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (16/12/2022).
Mengutip ISEF, data The Business Research Company menyebutkan sektor industri fashion menyumbang 1,2 milyar ton gas karbon, dan juga bertanggung jawab atas 35% dari jumlah total limbah microplastic dunia.
Karena itu, gerakan sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan muncul sebagai upaya mengatasi dampak buruk industri ini terhadap lingkungan.