Pentingnya Peran Masjid dalam Tangani Krisis Pandemi
Fajar adhitya
Ahad, 22 Agustus 2021 - 17:05 WIB
Ummat Islam, membuktikan sangat bertanggung jawab dalam disiplin protokol kesehatan termasuk saat shalat berjamaah. Foto: Langit7.id/iStock
Pandemi Covid-19 membuka fakta bahwa peran masjid dalam kehidupan sosial tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Selama masa-masa puncak wabah, masjid telah mengambil tanggung jawab sebagai pusat edukasi sekaligus sentra-sentra dukungan kesehatan.
"Tantangan kita hari ini memang jangan sampai peran masjid dikerdilkan di tengah situasi krisis," ujar Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Fahmi Salim dalam diskusi Peran Masjid di Tengah Pandemi, Ahad (22/8/2021).
Baca Juga:Pertumbuhan Lambat, OJK Dorong Asuransi Syariah Tingkatkan SDM dan Literasi
Sudah semestinya,kata dia, masjid menjadi pusat pelayananan umat dalam peribadahan maupun layanan sosial sebagaimana fungsi masjid pada era Rasulullah. Masjid yang pertama kali didirikan adalah Masjid Kuba pada masa periode Madinah.
Saat itu, masjid tak hanya menunjang peribadahan, tapi juga sebagai lembaga pendidikan, pengadilan, kesehatan, dan politik. Rasulullah menjadikan masjid tidak hanya berdimensi spiritual, tapi juga memiliki dimensi sosial sebagai pusat kebudayaan dan peradaban ummat Islam.
Baca Juga:Ummat Islam Jangan Ragu Tampil Modis dengan Celana Cingkrang
Founder Al Fahmu Institut ini mendorong masjid meluaskan perannya untuk menjaga keselamatan sosial warga. Misalnya memberikan santunan agar warga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa krisis.
"Tantangan kita hari ini memang jangan sampai peran masjid dikerdilkan di tengah situasi krisis," ujar Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Fahmi Salim dalam diskusi Peran Masjid di Tengah Pandemi, Ahad (22/8/2021).
Baca Juga:Pertumbuhan Lambat, OJK Dorong Asuransi Syariah Tingkatkan SDM dan Literasi
Sudah semestinya,kata dia, masjid menjadi pusat pelayananan umat dalam peribadahan maupun layanan sosial sebagaimana fungsi masjid pada era Rasulullah. Masjid yang pertama kali didirikan adalah Masjid Kuba pada masa periode Madinah.
Saat itu, masjid tak hanya menunjang peribadahan, tapi juga sebagai lembaga pendidikan, pengadilan, kesehatan, dan politik. Rasulullah menjadikan masjid tidak hanya berdimensi spiritual, tapi juga memiliki dimensi sosial sebagai pusat kebudayaan dan peradaban ummat Islam.
Baca Juga:Ummat Islam Jangan Ragu Tampil Modis dengan Celana Cingkrang
Founder Al Fahmu Institut ini mendorong masjid meluaskan perannya untuk menjaga keselamatan sosial warga. Misalnya memberikan santunan agar warga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa krisis.