Pemilu 2024
LSI Denny JA: 4 King Maker Dilema Soal Capres dan Cawapres
Elvin andika
Rabu, 21 Desember 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019. (Foto: Istimewa)
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, mencatat munculnya empat 'King Maker' dalam menentukan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024. Empat sosok itu yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
"Pada bulan Desember 2022, LSI Denny JA mencatat tumbuhnya empat 'King Maker' yang akan menentukan maksimal tiga pasangan capres-cawapres," kata peneliti LSI Denny JA Fitri Hari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/12/2022).
Menurut Fitri, masing-masing King Maker yang merupakan ketua partai ini memiliki dilema tersendiri menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Surya Paloh misalnya, dilema akan posisi Nasdem apakah tetap di pemerintahan atau keluar dari pemerintahan.
Baca Juga:Golkar Incar Ridwan Kamil, PAN: Kita Juga Mau
"Dilemanya Surya Paloh, Partai NasDem tetap di pemerintahan atau keluar dari pemerintahan agar tegas bahwa Anies Baswedan yang diusung membawa isu perubahan. Kemudian dalam mengusung Anies Baswedan akan membawa slogan penerus Jokowi atau antitesa Jokowi," ujar Fitri.
Selanjutnya, ada Megawati Soekarnoputri. Dilema Megawati salah satunya adalah membuat dua nama kader PDIP menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto.
Peringkat pertama ada nama Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 25,8 persen, Prabowo 23,9 persen dan Puan Maharani 2,9 persen. Jika Megawati memilih meninggalkan Prabowo, maka kader PDIP harus maju sebagai capres.
"Pada bulan Desember 2022, LSI Denny JA mencatat tumbuhnya empat 'King Maker' yang akan menentukan maksimal tiga pasangan capres-cawapres," kata peneliti LSI Denny JA Fitri Hari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/12/2022).
Menurut Fitri, masing-masing King Maker yang merupakan ketua partai ini memiliki dilema tersendiri menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Surya Paloh misalnya, dilema akan posisi Nasdem apakah tetap di pemerintahan atau keluar dari pemerintahan.
Baca Juga:Golkar Incar Ridwan Kamil, PAN: Kita Juga Mau
"Dilemanya Surya Paloh, Partai NasDem tetap di pemerintahan atau keluar dari pemerintahan agar tegas bahwa Anies Baswedan yang diusung membawa isu perubahan. Kemudian dalam mengusung Anies Baswedan akan membawa slogan penerus Jokowi atau antitesa Jokowi," ujar Fitri.
Selanjutnya, ada Megawati Soekarnoputri. Dilema Megawati salah satunya adalah membuat dua nama kader PDIP menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto.
Peringkat pertama ada nama Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 25,8 persen, Prabowo 23,9 persen dan Puan Maharani 2,9 persen. Jika Megawati memilih meninggalkan Prabowo, maka kader PDIP harus maju sebagai capres.