Komunitas Muslim Argentina Turut Rayakan Kemenangan Timnas di Piala Dunia
Fajar adhitya
Rabu, 21 Desember 2022 - 19:45 WIB
Jutaan suporter menyambut pemain dan trofi Piala Dunia 2022 di Buenos Aires (foto: twitter/ @Argentina)
Komunitas muslim Argentina, Centro Islámico de la República Argentina turut bersuka cita dengan kemenangan La Albiceleste di Piala Dunia 2022. Lionel Messi sukses membawa timnas meraih gelar Juara Dunia.
“Islamic Center of the Argentina Republic mengucapkan selamat kepada Tim Nasional Sepak BolaArgentina, yang telah menjadi Juara Sepak Bola Dunia 2022,” dikutip media sosial Centro Islámico de la República Argentina, Rabu (21/12/2022).
Komunitas memuji upaya tuan rumah Qatar yang telah menyelenggarakan Piala Dunia dengan sangat baik. Piala Dunia kali ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah diselenggarakan di negara Islam.
Baca juga:Sejarah Trofi Piala Dunia yang Terbuat dari Emas Padat
“Para pemain di tim nasional kami menonjol karena upaya, ketangkasan, dan perilaku mereka di dalam dan di luar lapangan menjadi contoh profesionalisme dan sportivitas,” tulis komunitas.
Masyarakat Argentina mayoritas memeluk agama Katolik. Namun, sistem pemerintahan yang sekuler memungkinkan pemeluk agama-agama tumbuh atau menurun dengan bebas, termasuk ateisme.
“Islamic Center of the Argentina Republic mengucapkan selamat kepada Tim Nasional Sepak BolaArgentina, yang telah menjadi Juara Sepak Bola Dunia 2022,” dikutip media sosial Centro Islámico de la República Argentina, Rabu (21/12/2022).
Komunitas memuji upaya tuan rumah Qatar yang telah menyelenggarakan Piala Dunia dengan sangat baik. Piala Dunia kali ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah diselenggarakan di negara Islam.
Baca juga:Sejarah Trofi Piala Dunia yang Terbuat dari Emas Padat
“Para pemain di tim nasional kami menonjol karena upaya, ketangkasan, dan perilaku mereka di dalam dan di luar lapangan menjadi contoh profesionalisme dan sportivitas,” tulis komunitas.
Masyarakat Argentina mayoritas memeluk agama Katolik. Namun, sistem pemerintahan yang sekuler memungkinkan pemeluk agama-agama tumbuh atau menurun dengan bebas, termasuk ateisme.