Tiga Tingkatan Hamba Allah SWT: Ahli Taat, Ahlul Ibadah, dan Ahlullah
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 23 Desember 2022 - 06:05 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar mengungkapkan tiga tingkatan dari seorang hamba.
Pertama adalah ahli taat, orang yang melakukan semua ajaran Islam karena penting dan wajib. Namun, tak jarang ketekunannya tersebut karena merasa terpaksa dan terbebani dengan ibadah wajib seperti salat.
Baca juga: Allah Mengampuni Dosa Hamba-Nya Meski Sepenuh Bumi
Selanjutnya, Prof Nasar menyebut ahli ibadah yaitu orang yang melakukan seluruh ajaran Islam karena cinta. Biasanya seorang hamba yang termasuk kategori ini tidak akan merasa terbebani dengan ibadahnya, bahkan sangat senang untuk melakukannya.
Menurut Prof Nasar, yang membedakan ahlu taat dan ahlul ibadah adalah kualitas dan intensitasnya.
“Kalau ahli ibadah, aku salat karena mencintai salat, aku mencintai zikir, aku mencintai salawat. Seluruh ketaatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta itulah yang disebut dengan ahlul ibadah,” jelas Prof Nasar dikutip dari laman MUI, Jumat (23/12/2022).
Prof Nasar mengatakan seseorang yang sudah menjadi ahli ibadah biasanya sulit membedakan antara ibadah sunnah dan wajib. Sebab baginya, dua ibadah tersebut dilakukan karena kecintaannya pada Allah SWT.
Pertama adalah ahli taat, orang yang melakukan semua ajaran Islam karena penting dan wajib. Namun, tak jarang ketekunannya tersebut karena merasa terpaksa dan terbebani dengan ibadah wajib seperti salat.
Baca juga: Allah Mengampuni Dosa Hamba-Nya Meski Sepenuh Bumi
Selanjutnya, Prof Nasar menyebut ahli ibadah yaitu orang yang melakukan seluruh ajaran Islam karena cinta. Biasanya seorang hamba yang termasuk kategori ini tidak akan merasa terbebani dengan ibadahnya, bahkan sangat senang untuk melakukannya.
Menurut Prof Nasar, yang membedakan ahlu taat dan ahlul ibadah adalah kualitas dan intensitasnya.
“Kalau ahli ibadah, aku salat karena mencintai salat, aku mencintai zikir, aku mencintai salawat. Seluruh ketaatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta itulah yang disebut dengan ahlul ibadah,” jelas Prof Nasar dikutip dari laman MUI, Jumat (23/12/2022).
Prof Nasar mengatakan seseorang yang sudah menjadi ahli ibadah biasanya sulit membedakan antara ibadah sunnah dan wajib. Sebab baginya, dua ibadah tersebut dilakukan karena kecintaannya pada Allah SWT.